Aceh
Timur | acehtraffic.com- Polisi Aceh Timur sudah mengetahui keberadaan dan ada
yang sudah diketahu identitas kelompok bersenjata yang terlibat menculik Malcolmc
Primerose Senior Drilling subkontraktor PT Medco EP Malaka.
"Mereka ini kelompok kriminal
murni," ujar Kapolres Aceh Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Muhajir
kepada Tempo, Jumat 14 Juni 2013.
Dia
menambahkan kelompok penculik Malcolmc Primerose itu adalah kelompok kriminal baru, dengan
modus menculik dan meminta tebusan. Artinya bukan kelompok yang pernah
melakukan tindakan kriminal yang sama sebelumnya.
Kepolisian
Resor dari tim dari Markas Besar Polri dan Polda Aceh terus melakukan pemburuan
dengan melakukan penyisiran dipedalaman Peureulak Aceh Timur dan melakukan
razia disejumlah tempat yang dicurigai. "Kami terus bekerja untuk
menangkap pelaku criminal ini," katanya.
Muhammad
Malcolm Primerose (60) beragama islam sejak tahun 1981 diberbagai perusahaan migas
di Aceh, Kamis 13 Juni 2013 dilepas penculik dalam areal Perkebunan Wira Perca
area desa Alur Kol kecamatan Rantau Selamat.
Seperti
diberitakan sebelumnya, Malcolm diculik pada Selasa, 11 Juni 2013 sekitar pukul
11.00 WIB. Saat itu dia baru saja pulang dari tugas malam di lapangan
pengeboran Matang I Blang Simpo, Kecamatan Pereulak Kota. Malcolm selesai
menjalankan tugas moving rig (pemindahan anjungan pengeboran).
Pagi
menjelang siang itu, dari Lapangan Blang Simpo, Malcolm menumpang mobil Pajero
Sport nomor polisi BK 1733 ZN yang dikemudikan Dania Arani alias Sinyak, 40
tahun, dia akan menuju base camp-nya yang berada di Desa Seumali.
Namun,
sesampainya di persimpangan Desa Lubuk Pengpeng, mobil dicegat enam orang
bersenjata. Di antaranya tiga pucuk senjata api laras panjang jenis AK dan satu
pucuk senjata api laras pendek.
Pria itu pun diculik dan dilarikan kearah
Simpang Palang desa Klit dengan menggunakan mobil Toyota Avanza yang tidak
bernomor polisi. | AT | R | TEMPO|

