Banda Aceh | acehtraffic.com- Partai Islam
se-Malaysia (PAS) mengagumi penerapan syariat Islam di Banda Aceh yang berjalan
sesuai dengan kententuan yang berlaku dan tidak saling bentrok di lapangan.
Senin 3 Juni 201
Pernyataan ini disampaikan pimpinan rombongan
Partai Islam se-Malaysia Badan Perhubungan Negeri Terengganu Ustadz Ariffin
Deramin saat berkunjung ke Balaikota Banda Aceh yang diterima Wakil Walikota
Banda Aceh serta beberapa kepala Dinas di jajaran Pemko Banda Aceh, Jum'at 31 Mei 2013 siang di Ruang Rapat walikota Banda Aceh.
Ariffin menambahkan, kekaguman tentang pelaksanaan
syariat Islam di Aceh khususnya di Banda Aceh bukan karena sambutan yang
antusias dalam kunjungan ini, tetapi sudah melihat secara langsung sistem dan
mekanisme penerapan secara baik dan bijaksana.
Ditambahkan, penerapan syariat Islam di Banda Aceh
jauh berbeda dengan Trengganu Malaysia, karena di Aceh segala produk hukum
diakui oleh negara dan berlaku secara nasional untuk wilayah kekhususan Aceh.,“Kami
patut meniru cara-cara masyarakat Aceh memperjuangkan hal ini,” sebutnya.
Kunjungan ke Balaikota Banda Aceh merupakan bagian
kunjungan resmi PAS untuk mencari masukan tentang pelaksanaan syariat Islam,
terutama dalam melaksanakan keputusan hukum secara bijaksana dan bisa diterima
dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk perangkat negara.
“Ini sesuatu yang sangat kami kagumi, karena negara
mengakui keberadaan segala produk hukum yang ditetapkan di Aceh,” katanya.
Sementara itu Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza
Sa'aduddin Djamal, SE mengatakan, proses segala regulasi yang berkaitan tentang
pelaksanaan syariat Islam di Banda Aceh adalah bagian dari perjuangan
masyarakat secara serius.
Illiza menambahkan, meskipun begitu, dalam
penerapannya di lapangan penegakan syariat islam masih menemui masalah ketika
berhadapan dengan hukum nasional dan internasional.
Seperti pada beberapa waktu
lalu Pemko Banda Aceh melakukan pembersihan terhadap komunitas anak punk,
lesbian dan lainnya mendapat kecaman keras dari dunia internasional.
Disamping itu Illiza merasa bangga atas kedatangan
PAS ke Banda Aceh. Padahal menurutnya Pemko Banda Aceh yang baru merangkak ini
justru lebih layak menimba ilmu dan
mengadopsi penerapan Syariat Islam di Malaysia yang kental dan kuat. |
AT | RD| RI|

