Langsa
| acehtraffic.com- Pemberian dana hibah yang mencapai 4,5 Milyar dari dana anggaran
pendapatan daerah (APBD) Pemko Langsa kepada sejumlah lembaga, baik lsm maupun
perkumpulan lainnya menuai protes. Hari
ini mahasiswa Universitas Samudera Langsa minta Pemko Langsa untuk evaluasi
pengucuran dana tersebut.
Mahasiswa
mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Univeristas Samudra Peduli Rakyat, Rabu 19
Juni 2013 melakukan demontrasi di Sekretariat Pemko Langsa, ka meminta Pemo
langsa untuk ‘mengevaluasi pemberian dana hibah kepada lembaga yang dinggap
perlu “Dipertanyakan” Lebih lagi hibah dan bantuan social tersebut juga
terindikasi korupsi.
Aksi
tersebut nyaris terjadi bentrokan antara
mahasiswa dan satpol PP. pasalnya
mahasiswa kesal karena tujuan untuk disampaikan aspirasi kepada pejabat teras
Pemko, namun tidak ada satu pun pejabat berada ditempat.
Akibatnya
beberapa mahasiswa terlibat saling dorong dengan polisi pamonmg praja itu. Aksi
tersebut tidak berlangsung lama, setelah selesai ber-orasi mahasiswa kembali ke
lapangan merdeka untuk berkumpul dan membubarkan diri.
Kepala
bagain Humas yang dikonfirmasi wartawan , mengaku bukan haknya untuk menjawab
persoalan ini. ,” Kalau masalah tersebut langsung saja dengan SKPK terkait atau
dinas DPKA,” Kata Hamdani, SE.
Alfian dari LSM anti Korupsi mengatakan pengucuran dana hibah tanpa standar yang jelas akan berpeluang terjadi korupsi. ,"Setiap Ada audit BPK, selalu ada masalah dengan dana hibah, apalagi ada modus pinjan nama orang lain, agar dana itu cair," ujar Alfian
Berdasarkan informasi yang diperoleh dana tersebut selain dibagi ke sejumlah LSM juga diterima oleh perkumpulan lainnya, ada penggunaan dana untuk kegiatan hiburan. | AT | RD | QQ|


