Jakarta | acehtraffic.com-
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama keluarga Alumni Asrama Mahasiswa FOBA
menggelar Seminar bertajuk "Bersatu
Melawan Narkoba Dalam Upaya Menjaga Masa Depan Generasi Muda Dari Bahaya
Narkoba" dan mencegah perluasan penyalahgunaan narkotika psikotropika dan
bahan adiktif (narkoba).
Acara ini sejatinya adalah
tepat dan layak digelar oleh kaum ini, dimana sejumlah orang yang pernah
bernaung dibawah atap Foba adalah kebanyakan
para dosen dan kalangan birokrat Di Aceh dan disejumlah daerah dan dinegara
lain.
Alumni Foba menggelar acara
kemarin Selasa 26 Juni 2013 digelar di Gedung Perwakilan Pemerintahan Aceh,
Jalan RP.Soeroso No 17 Gondangdia,Jakarta Pusat.
Hadir dalam Dialog
Interaktif itu diantaranya Prof.Syamsuddin Mahmud mantan gubernur aceh yang
juga Tokoh masyarakat aceh di jakarata,H.Muallim Syuib Unoe,Ketua Keluarga
Alumni Mahasiswa Foba(KALAM) dan Iswanda Rasyid Sekretaris Umum FOBA.
Sebagai
Pemateri Didik,Kasubdit Direktorat Pemberdayaan masyarakat,Badan Narkotika
Nasional (BNN),Nora dari Kementerian
Transmigrasi dan Tenaga Kerja dan Yenny Rachman. Kegiatan ini dihadiri oleh
sejumlah mahasiswa,organisasi kemasyarakatan karang taruna dan masyarakat.
Intinya kehadiran para
hadirin dan hadirat pada hari itu untuk "Bersatu Melawan Narkoba Dalam
Upaya Menjaga Masa Depan Generasi Muda Dari Bahaya Narkoba" dan mencegah
perluasan penyalahgunaan narkotika psikotropika dan bahan adiktif (narkoba)
yang kian merambah kestiap sudut kehidupan, baik secara nasional maupun secara
khususan Aceh.
Foba punya sejarah penting
dalam riwayat zaman, Apa itu FOBA? Dalam beberapa tulisan awalnya asrama
Mahasiswa Aceh berada diatas tanah seluas lebih 3000 meter di kawasan jantung
Ibukota Jakarta, tepatnya di kawasan Setiabudi menurut perkiraan bernilai 60
milyaran rupiah.
FOBA ( Found Oentoek
Bantuan Aceh ) adalah satu dari sekian banyak kekayaan rakyat Aceh yang
ditinggalkan oleh para indatu kepada generasinya, sama halnya seperti Baitul
Asyi di Makkah Al-Mukarramah.
Perbedaannya adalah Baitul
Asyi merupakan tanah wakaf yang bernilai 5,5 triliun rupiah dari saudagar Aceh
Habib Abdurrahman bin Alwi Al Habsy untuk dijadikan penginapan para haji asal
Aceh dan dikelola oleh Kerajaan Arab Saudi kemudian sekarang dan seterusnya
Jamaah Haji asal Aceh memperoleh kompensasi profit dari wakaf, sedangkan FOBA
sampai saat ini sejarah keberadaannya tidak diketahui asal muasal oleh rakyat
Aceh.
Fakta lain juga menyebutkan
pada mulanya tanah tersebut berada di Senayan (sekarang dijadikan Stadion Olah
Raga Gelora Bung Karno), karena kawasan tersebut akan dijadikan areal stadion.
Maka Presiden RI Soekarno kala itu menukar-gulingkan ke daerah Setiabudi. Ada
yang mengatakan sebelum dibangun Asrama FOBA di Setiabudi, sebenarnya lokasi
tukar guling dari Senayan ke kawasan sekitar Hotel Indonesia. Manakah yang
benar?| AT | Qistina | AZ| Foto: acehtraffic.com| Azwar | berbagai sumber|

