Penggrebekan tersebut diduga di-skenariokan,
dengan cara menjebak untuk tujuan menguras uang. Namun usaha jahat oknum polisi
itu berbuah petaka, sang pak Bripda itu ketangkap dan kini meringkuk ditahanan Polres Langsa.
Sabtu, 11 Mei 2013
Agung
(25) tahun seorang penghuni kost menceritakan, insiden tersebut terjadi, Rabu, 8
Mei 2013, waktu diperkirakan sudah jam 24:00 Wib. Ia malam itu bersama Azhar
dan sudah terlelap tidur, sementara seorang temannya lain bernama Arie sedang pergi
ke warnet, sementara kamar kost dibiarkan dalam kondisi tidak terkunci untuk menunggu
Ari pulang.
Namun
tiba-tiba seorang pria yang baru dikenalnya dari seorang teman kost yang lain bernama
Timbul dan mengaku sebagai intel kodim
langsung masuk ke kamar, karena ada tamu iapun bangun.
Serka
K Timbul Langkat adalah mantan anggota TNI 111/Karma Bhakti Tualangcut, ia dipecat 4 tahun yang lalu gara-gara kasus narkoba. Lalu, Timbul bertanya ,”Apa ngak boleh abang
datang kesini? Agung meng-iyakan saja.
Saat
itu ia melihat Timbul membuka bungkusan Ganja, dan dengan santai melenting
ganja lalu dihisapnya. Karena sepengetahuan Agung bahwa Timbul adalah Intel
kodim, maka ia tidak berani melarang. Azhar terlelap tidur, sementara Arie
belum pulang.
Tidak
lama berselang dua orang tak dikenal menendang pintu, salah satu lelaki
tersebut memakai sepatu PDL, celana polisi berbaju bebas membawa senjata laras
panjang jenis SS1, sementara satunya lagi memakai baju biasa.
Ini kronologisnya?
Berganja
kalian ya? Mana ganjamu,” tanya orang bersenjata itu.
,”Tidak
ada,” Jawab Agung. Ssementara Timbul santai dan diam saja.
Polisi
tak dikenal itu langsung periksa agung,
mengambil HP, dompet, kemudian memeriksa si Timbul. Mengambil kotak rokok yang
dibawah dan ketemulah ganja.
,”Ganja
siapa ini?
,”Ganja
Timbul,”Jawab Agung, berbarengan dengan jawaban itu Agung ditampar oleh Polisi bersenjata itu. Sementara
Timbul di diamkan saja.
Belum
selesai disitu, kemudian polisi bersenjata juga memeriksa tas milik Agung yang tergantung didalam kamar.
Dan disana polisi itu dapatkan lagi satu lenting ganja.
,”Ini
tas siapa? Saya jawab itu tas saya. ,” Ini ganja siapa? ,” saya diam karena
curiga karena ini jebakan. Karena melihat gelagat jebakan, Agungpun
mempertanyakan kepada Timbul,” Ada apa ini bang timbul?
Dengan
santai timbul menjawab yang dikotak rokok punya saya, yang ditas saya ngk tahu.
,”Kalian kubawa kek kantor, terus timbul minta
tolong jangan bawa kek kantor.
Azwar
dibangunan oleh orang yang pakek senjata (Bripda RSa) dan menanyakan,
kau terlibat juga, tau tapi tidak melapor.
Lalu
Timbul langsung minta tolong sama polisi itu. Dan minta damai di tempat. ,” ,”Saya ada
uang 1 juta,” Ujar Timbul saat itu. ,”Jadi
kek mana ini kalau aku tolong? Ujar polisi itu berpura-pura baik. ,”Kami tidak ada uang, “ Jawab Agung yang
sudah ketakutan.
Terus
mereka polisi mengacak seluruh isi kamar, dan polisi itu mendapatkan kunci dan STNK sepeda motor Spin.
Ini
kereta siapa? Tanya polisi
,”Kereta
teman, dia sedang keluar,” Jawab Agung.
,”
Jadi kek mana ini, saya udah bantu kau, kek mana kau bantu aku.
,”
Ngak tahu bang, kami tak punya uang,” Kata Agung.
Lalu
Timbul langsung memberi solusi, ya udah
bang pegang dulu kereta, nanti biar ditebus
besok,” Kata Timbul. Sementara Agung yang terus terdesak, taidak dapat berkata
banyak, akhirnya ia mengiyakan. Polisi itupun mengambil STNK dan kunci serta
Helm nya.
Sebelum
pergi polisi itu berpesan “Ini yang tahu
cuma kita berlima,” Kata polisi itu. Lalu Polisi itu mencabut kartu Hp Agung
dari dalam HP yang ikut disita itu, dan menyerahkan kepada Agung, lalu meminta nomor agar dapat dihubungi
esok. Dan polisi itu juga mengancam agar
Agung tidak boleh keluar kamar itu. Sementara Timbul langsung pergi menghilang.
Esoknya,
Kamis pukul 11, polisi itu meminta Agung dan kawan-kawannya menyiapkan Rp 2,5
juta per-orang untuk biaya tebusan. Uang itu untuk nebus 1 kereta yang diambil
kemarin malam.
,”
Saya belum ada uang,” jawab agung dalam sms itu. (kamis saing jam 11) sorenya
jam 1, dia sms dan tanya dimana kalian. ,”Saya lagi cari pinjaman uang,” jawab
Agung. Pagi jumat dia sms lagi, “ Saya
ada uang 1 juta, plus 1 laptop,” Ngak mau katanya.
Bang
udah ada uang 3,5 juta, iya. Harus diantar pukul 16. 00 Wib, nanti kita ketemu,
saya yang ngatur tempatnya. ,”Kau bawa intel ya, kau jangan main sama saya, ada
intel disamping kau kau jangan nipu, “Ngak saya ngk pakek kawan. Dia ngajak
transaksi jam 10 malam. Dia tahu saya bawa orang resmob Langsa.
,”Saya
tidak bawa siapa2. Terakhir dibatalkan, kemudian berubah jam 6 pagi. Tiba-tiba
pukul 23: 00 Wib malam, Sabtu, dia datang, (Reza) tidak bawa senjata, baju
biasa, celana polisi.
Di
depan kost itulah transaksi uang akan dilakukan. Agung dan polisi itu terlibat
adu fisik, saat itulah sejumlah kawan Agung membantu menangkap Bripda RS, penangkapan oknum polisi nakal itu juga dibantu sejumlah anggota Polres Langsa,
yang kemudian pelaku digelandang ke Mapolres untuk menpertanggungjawabkan
perbuatannya.
Terkait
kasus ini Kasatreskrim Polres Langsa Ajun Komisaris polisi M. Firdaus, mengaku ada
orang kami yang nangkap, sudah kita amankan. ,”Itu polisi Aceh Timur,” Ujar M.
Firdaus kepada wartawan. Di Polres. | AT
| RD|
