Kutacane | acehtraffic.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pema Universitas Gunung Lauser (UGL) Kutacane melakukan aksi solidaritas dan galang dana bantuan untuk korban musibah banjir bandang yang kembali melanda Kutacane.
Aksi tersebut dipusatkan didepan kampus di Jalan T Iskandar Muda, Kutacane, Aceh Tenggara dimulai sejak pukul 9.00 Wib. Senin, 6 Mai 2013.
Presma UGL, Zulyadin Berutu mengatakan musibah banjir melanda dua Kampung diantaranya Rambung Tulung dan Lingga Alas Kecamatan Baburrahmah, Aceh Tenggara.
Akibat banjir hari Sabtu tambah banjir susulan Minggu, 5 Mai 2013, pagi itu, 40 kepala keluarga diungsikan ke sekolah dasar terdekat, dan 8 unit rumah warga dibawa arus, sementara beberapa rumah lainnya terpaksa dibongkar.
Menurut laporan Berutu, hingga tadi malam bantuan seperti sembako sudah berdatangan dari Dinas Sosial Kabupaten itu.
Sebelumnya, hujan deras yang menguyur kawasan Aceh Tenggara dalam beberapa hari terakhir ini, telah menyebabkan abrasi sungai Alas yang terkenal ganas makin meluas. Wakil Bupati (Wabup) Agara, Ali Basrah SPd MM dan Ketua DPRK Agara, M Salim Fakhri langsung meninjau ke lokasi pengungsian.
Dilaporkan, sebanyak 16 kepala keluarga (KK) harus mengungsi ke sebuah SMA dan 25 rumah dibongkar paksa oleh pemiliknya di Desa Desa Rambung Tubung dan Desa Ringa Alas, Kecamatan Babul Rahmah. Wabup Agara, Ali Basrah sempat dipeluk oleh seorang ibu rumah tangga sambil menangis histeris, melaporkan rumahnya hilang ditelan Sungai Alas.
Ali Basrah langsung memberi tanggapan dengan menyatakan para korban Sungai Alas harus bersabar, karena pemerintah akan segera mencari solusi. Dalam tinjauan itu, Wabup bersama Ketua DPRK juga melihat tenda pengungsian bersama BPBD dan Dinsos Agara.
M Salim Fakhri, dalam pertemuan itu, mengatakan bantuan masa panik dan tim dokter akan tiba untuk memberi memberi pelayanan kesehatan kepada warga. “Kami akan tetap upayakan, walaupun tak ada dana,” ujarnya. Dia berharap, lahan seluas 1 hektare disediakan untuk warga yang desanya terancam jadi sungai. “Jika banjir besar datang lagi, desa itu akan tenggelam diseret arus Sungai Alas,” ujar M Salim.
Sedangkan Wabup Ali Basrah mengatakan pemkab akan terus memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek, seperti tenda darurat, makanan, air bersih dan lainnya. Dia juga mengungkapkan, pihaknya juga akan memberikan bantuan sebesar Rp 5 juta/kk, menyiagakan alat berat, serta tender dana tanggap darurat Rp 5 miliar.
Sementara, Kepala Desa Rambung Tubung, Abdul Rahman, kepada Serambi, Jumat 3 Mai 2013 mengatakan, rumah dibongkar paksa sebanyak 9 unit pada tiga bulan lalu dan saat ini sebanyak 13 unit, karena abrasi sungai Alas semakin meluas. Dia mengungkapkan 50 hektare lahan jagung, sawit dan komoditi Kakao juga dibawa arus Sungai Alas.
Dia menyebutkan, warga desanya berjumlah 60 KK dan desanya terancam menjadi lautan. Dia berharap, Pemkab Agara segera merelokasi warga ke tempat yang lebih aman, karena sudah tidak memungkinkan lagi tinggal di pinggiran sungai. Abdul Rahman menambahkan puluhan kuburan juga dibongkar, khawatir diseret arus sungai.
Camat Babul Rahmah, Zainal Abidin, mengatakan, sebanyak 16 KK telah mengungsi ke SMA dan bantuan 1 ton beras telah diterima. Dirincikan, dari Desa Rambung Tubung 13 KK dan Desa Ringa Alas tiga KK atau total 16 KK. Disebutkan, satu balai Desa Rambung Tubung amblas, 22 rumah dibongkar. Di Desa Ringa Alas, 3 unit rumah juga dibongkar. | AT | IS | HI | Tribunnews.com |
Sebelumnya, hujan deras yang menguyur kawasan Aceh Tenggara dalam beberapa hari terakhir ini, telah menyebabkan abrasi sungai Alas yang terkenal ganas makin meluas. Wakil Bupati (Wabup) Agara, Ali Basrah SPd MM dan Ketua DPRK Agara, M Salim Fakhri langsung meninjau ke lokasi pengungsian.
Dilaporkan, sebanyak 16 kepala keluarga (KK) harus mengungsi ke sebuah SMA dan 25 rumah dibongkar paksa oleh pemiliknya di Desa Desa Rambung Tubung dan Desa Ringa Alas, Kecamatan Babul Rahmah. Wabup Agara, Ali Basrah sempat dipeluk oleh seorang ibu rumah tangga sambil menangis histeris, melaporkan rumahnya hilang ditelan Sungai Alas.
Ali Basrah langsung memberi tanggapan dengan menyatakan para korban Sungai Alas harus bersabar, karena pemerintah akan segera mencari solusi. Dalam tinjauan itu, Wabup bersama Ketua DPRK juga melihat tenda pengungsian bersama BPBD dan Dinsos Agara.
M Salim Fakhri, dalam pertemuan itu, mengatakan bantuan masa panik dan tim dokter akan tiba untuk memberi memberi pelayanan kesehatan kepada warga. “Kami akan tetap upayakan, walaupun tak ada dana,” ujarnya. Dia berharap, lahan seluas 1 hektare disediakan untuk warga yang desanya terancam jadi sungai. “Jika banjir besar datang lagi, desa itu akan tenggelam diseret arus Sungai Alas,” ujar M Salim.
Sedangkan Wabup Ali Basrah mengatakan pemkab akan terus memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek, seperti tenda darurat, makanan, air bersih dan lainnya. Dia juga mengungkapkan, pihaknya juga akan memberikan bantuan sebesar Rp 5 juta/kk, menyiagakan alat berat, serta tender dana tanggap darurat Rp 5 miliar.
Sementara, Kepala Desa Rambung Tubung, Abdul Rahman, kepada Serambi, Jumat 3 Mai 2013 mengatakan, rumah dibongkar paksa sebanyak 9 unit pada tiga bulan lalu dan saat ini sebanyak 13 unit, karena abrasi sungai Alas semakin meluas. Dia mengungkapkan 50 hektare lahan jagung, sawit dan komoditi Kakao juga dibawa arus Sungai Alas.
Dia menyebutkan, warga desanya berjumlah 60 KK dan desanya terancam menjadi lautan. Dia berharap, Pemkab Agara segera merelokasi warga ke tempat yang lebih aman, karena sudah tidak memungkinkan lagi tinggal di pinggiran sungai. Abdul Rahman menambahkan puluhan kuburan juga dibongkar, khawatir diseret arus sungai.
Camat Babul Rahmah, Zainal Abidin, mengatakan, sebanyak 16 KK telah mengungsi ke SMA dan bantuan 1 ton beras telah diterima. Dirincikan, dari Desa Rambung Tubung 13 KK dan Desa Ringa Alas tiga KK atau total 16 KK. Disebutkan, satu balai Desa Rambung Tubung amblas, 22 rumah dibongkar. Di Desa Ringa Alas, 3 unit rumah juga dibongkar. | AT | IS | HI | Tribunnews.com |

.jpg)