
Langsa | acehtraffic.com- Kaukus pemuda
pantai timur menggelar diskusi ilmiah pemasyarakatan empat pilar kehidupan berbangsa
dan bernegara. Seminar ini melibatkan 150 peserta dari berbagai kalangan. Kamis
2 Mei 2013.
Diskusi ilmiah yang menghadirkan
pembicara pada tingkat local dan nasional itu dibuka oleh Wakil Ketua MPR –RI Dr.
Ahmad Farhan Hamid, dalam kata sambutannya menyebutkan Bahwa Universitas
Samudera Langsa akan menerima status negeri pada bulan juni tahun ini.
Sementara itu Drs H Nabhani, MBA, MM salah seorang narasumber mengupas soal ideologi
sebagai sumber kehidupan dan toleransi
bagi elemen masyarakat. Efendi, Rangkayobasa, SH membawa materi UUD 1945
sebagai roh nilai-nilai kebangsaan sebagai relevansi terhadap globalisasi. Pemateri
M.Khairur Radhi membahas soal Bhinneka
Tunggal Ika peran dan fungsinya dalam mencapai masyarakat madani.
Dalam diskusi tersebut banyak peserta
mengarahkan pertanyaan kepada Drs Nabhani, salah satu pertanyaan dari peserta
adalah poin sila ke lima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
peserta menganggap sila yang kelima belum terlaksanakan dengan baik, karena
masih banyak orang yang belum mendapatkan keadilan secara keseluruhan.
Efendi, Rangkayobasa, SH yang banyak menjelaskan soal pengkhianat
bangsa dihadapkan dengan pertanyaan soal koruptor yang merampok uang Negara dan
kemudian menyerang Negara kembali? Apakah itu bukan pengkhianat bangsa?
Efendi dengan tegas menyebutkan bahwa
koruptor model tersebut adalah pengkhinat bangsa terbesar, yang harus dibasmi
untuk kemajuan bangsa dan Negara. Diskusi ilmiah yang diprakasai kaukus pantai
timur tersebut terlaksana atas dukungan MPR-RI. | AT | RD| TM|
