
Banda Aceh | acehtraffic.com-
Sepanjang bulan Mei – Juni 2013, bertepatan dengan bulan Jumadil Akhir – Rajab
1434 H, Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan Muktamar Khilafah (MK) di 31
kota di seluruh Indonesia. Puncaknya pada 2 Juni di Gelora Bung Karno, Jakarta
akan diikuti sekitar 100 ribu peserta.
,” Acara ini diselenggarakan
sebagai medium untuk mengokohkan visi dan misi perjuangan umat untuk tegaknya
kembali kehidupan Islam,” Ujar Iqbal, S.HI Ketua HTI Kota Langsa
Dia menambahkan visi dan misi ini
penting untuk terus ditegaskan dan dikokohkan terlebih di tengah arus perubahan
besar yang tengah terjadi diberbagai belahan dunia. Seperti yang terjadi di
Timur Tengah, juga di kawasan Asia Tengah, Asia Selatan, juga Eropa dan Amerika
Serikat (AS).
Tema Perubahan Besar dunia Menuju
Khilafah itu diambil, untuk mengingatkan bahwa perubahan sesungguhnya adalah
sebuah keniscayaan. Akan tetapi, perubahan tanpa arah yang benar tidak akan
memberi manfaat, seperti yang selama ini terjadi, termasuk di negeri ini.
Melalui muktamar itu, HTI ingin
menunjukkan arah perubahan yang semestinya adalah menuju tegaknya Khilafah.
Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa umat harus turut serta dan
semestinya menjadi motor penggerak utama perubahan politik dimanapun ia berada,
termasuk di negeri ini. Perubahan memuju tegaknya khilafah.
Berkenaan dengan acara tersebut,
Hizbut Tahrir Indonesia
1. Menyerukan kepada seluruh umat
Islam, khususnya para pimpinan ormas, orpol, ulama, wakil rakyat, anggota
TNI/Polri, wartawan, cendekiawan, para pengusaha, para pekerja serta para
pemuda dan mahasiswa untuk secara sungguh-sungguh mengamalkan syariah dan berjuang
bagi tegaknya syariah di negeri ini. Juga menjadikan perjuangan penegakan
syariah sebagai agenda utamanya.
Sesungguhnya mengamalkan syariah
dalam kehidupan pribadi dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara merupakan kewajiban setiap muslim dan merupakan realisasi dari ibadah
kepada Allah SWT.
2. Mengundang masyarakat untuk hadir dalam acara itu. Jadilah
saksi bagi bergeloranya keinginan umat membawa perubahan yang saat ini terjadi
menuju terwujudnya kembali kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah yang akan
menerapkan syariah secara kaffah.
3. Menyerukan kepada pemerintah untuk memandang acara ini
sebagai bagian dari ekspresi dan aspirasi umat Islam yang dijamin oleh
undang-undang serta mengajak aparat keamanan untuk mengamankan acara ini hingga
bisa berlangsung dengan aman dan tertib.
Muktamar khilafah 2013 “Perubahan
besar dunia menuju khilafah”
Khilafah adalah kepemimpinan umum
bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan syariat Islam dan
mengemban dakwah ke segenap penjuru dunia. Selama lebih dari 1300 tahun,
khilafah telah berhasil menaungi dunia Islam, menyatukan umat Islam seluruh
dunia dan menerapkan syariah Islam secara kaffah.
Dengan itu, Islam sebagai rahmat
benar-benar dapat diwujudkan. Will Durant, dalam The Story of Civilization,
vol. XIII, menulis: Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia
hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka.
Para khalifah itu juga telah
menyediakan berbagai peluang untuk siapa pun yang memerlukannya dan memberikan
kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas.
Fenomena seperti itu belum pernah
tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka
menjadikan pendidikan tersebar luas, hingga berbagai ilmu, sastera, filsafat
dan seni mengalami kemajuan luar biasa, yang menjadikan Asia Barat sebagai
bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.
Syariah dan khilafah bagaikan dua
sisi dari sekeping mata uang. Tepat sekali ketika Imam Ghazali dalam kitab
al-Iqtishâd fi al-I’tiqâd menggambarkan eratnya hubungan antara syariah dan
khilafah dengan menyatakan ”al-dîn uss wa al-shulthâ hâris – agama adalah
pondasi dan kekuasaan adalah penjaga”. ”Wa mâ lâ ussa lahu fa mahdûm wa mâ lâ
hârisa lahu fa dhâ’i’ – apa saja yang tidak ada pondasinya akan roboh dan apa
saja yang tidak ada penjaganya akan hilang”
Tapi sayang sekali, payung dunia
Islam itu kini telah tiada. Pada 1924, Musthafa Kemas Pasha keturunan Yahudi
dengan dukungan Inggris, secara resmi meng-abolish (menghapuskan) Khilafah
Islamiyyah yang berpusat di Turki.
Akibatnya, umat Islam hidup
bagaikan anak ayam kehilangan induk, tak punya rumah pula. Maka, berbagai
persoalan, penindasan, penjajahan dan penistaan umat terus berlangsung hingga
saat ini. Maka, tepat sekali ketika para ulama menyebut hancurnya khilafah
sebagai ummul jarâim (induk dari segala kejahatan).
Menyadari arti pentingnya
khilafah dan betapa vitalnya bagi izzul Islam wal muslimin, umat Islam tidak
pernah tinggal diam. Sejak keruntuhannya, umat Islam terus berjuang keras untuk
menegakkan kembali khilafah Islam hingga sekarang. | AT | RD | TM| RILIS|
