
Acehtraffic.com - Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika dirawat di rumah sakit setelah mengalami stroke ringan pada Sabtu (27/4) waktu setempat.
Menurut laporan kantor berita negara yang mengutip perdana menteri, kondisi stroke Bouteflika "tidak serius".
Kesehatan Bouteflika, 76, merupakan faktor utama dalam stabilitas negara pengekspor minyak berpenduduk 37 juta orang yang muncul dari konflik panjang terhadap gerilyawan Islam itu.
Kantor Berita APS mengatakan Bouteflika mengalami "serangan iskemik sementara ", atau stroke-kecil, pada pukul 12.30 waktu setempat.
"Beberapa jam yang lalu, Presiden merasa tidak sehat dan ia telah dirawat di rumah sakit namun kondisinya tidak serius sama sekali," kata Perdana Menteri Abdelmalek Sellal seperti dikutip.
Terpilih pada tahun 1999, Bouteflika adalah anggota dari generasi pemimpin yang telah memerintah Aljazair sejak memenangkan kemerdekaan dari Prancis dalam perang 1954-1962.
Mereka juga mengalahkan gerilyawan pada tahun 1990-an dan menghadapi tantangan protes Musim Semi Arab dua tahun lalu, dengan pemerintah Bouteflika meredakan kerusuhan melalui kenaikan gaji dan pinjaman gratis bagi kaum muda.
Bouteflika telah melayani tiga periode sebagai presiden dan tampaknya tidak mungkin untuk mencalonkan keempat kalinya dalam pemilu yang akan dilaksanakan tahun 2014.
Bocoran kabel diplomatik AS mengatakan pada tahun 2011 bahwa Bouteflika telah menderita kanker, tetapi dalam perawatan.
Tidak diketahui siapa yang mungkin mengambil alih jabatan negara terbesar Afrika dan produsen minyak OPEC yang memasok seperlima dari impor gas Eropa serta beroperasikan bersama dengan Barat dalam memerangi gerilyawan.
Lebih dari 70% warga Aljazair berusia di bawah 30 tahun. Tentang 21% orang muda yang menganggur, Dana Moneter Internasional mengatakan, banyak yang tidak sabar dengan gerontokrasi yang memerintah negara di mana pekerjaan, upah dan perumahan semakin memprihatinkan itu.| AT | M | Irib |
Menurut laporan kantor berita negara yang mengutip perdana menteri, kondisi stroke Bouteflika "tidak serius".
Kesehatan Bouteflika, 76, merupakan faktor utama dalam stabilitas negara pengekspor minyak berpenduduk 37 juta orang yang muncul dari konflik panjang terhadap gerilyawan Islam itu.
Kantor Berita APS mengatakan Bouteflika mengalami "serangan iskemik sementara ", atau stroke-kecil, pada pukul 12.30 waktu setempat.
"Beberapa jam yang lalu, Presiden merasa tidak sehat dan ia telah dirawat di rumah sakit namun kondisinya tidak serius sama sekali," kata Perdana Menteri Abdelmalek Sellal seperti dikutip.
Terpilih pada tahun 1999, Bouteflika adalah anggota dari generasi pemimpin yang telah memerintah Aljazair sejak memenangkan kemerdekaan dari Prancis dalam perang 1954-1962.
Mereka juga mengalahkan gerilyawan pada tahun 1990-an dan menghadapi tantangan protes Musim Semi Arab dua tahun lalu, dengan pemerintah Bouteflika meredakan kerusuhan melalui kenaikan gaji dan pinjaman gratis bagi kaum muda.
Bouteflika telah melayani tiga periode sebagai presiden dan tampaknya tidak mungkin untuk mencalonkan keempat kalinya dalam pemilu yang akan dilaksanakan tahun 2014.
Bocoran kabel diplomatik AS mengatakan pada tahun 2011 bahwa Bouteflika telah menderita kanker, tetapi dalam perawatan.
Tidak diketahui siapa yang mungkin mengambil alih jabatan negara terbesar Afrika dan produsen minyak OPEC yang memasok seperlima dari impor gas Eropa serta beroperasikan bersama dengan Barat dalam memerangi gerilyawan.
Lebih dari 70% warga Aljazair berusia di bawah 30 tahun. Tentang 21% orang muda yang menganggur, Dana Moneter Internasional mengatakan, banyak yang tidak sabar dengan gerontokrasi yang memerintah negara di mana pekerjaan, upah dan perumahan semakin memprihatinkan itu.| AT | M | Irib |
