Langsa | Acehtraffic.com – Ketua DPW Partai Nasional Aceh (PNA) Kota Langsa, Bachtiar saleh mengatakan. Sudah saatnya seluruh Partai Politik di Aceh, untuk meninggalkan cara barbar dan kuno dalam melakukan aktifitas politik. Sabtu 20 April 2013.
Dirinya berpesan, agar lembaga dan tokoh-tokoh Aceh untuk melihat persoalan ini sebagai masalah bersama. Praktik premanisme politik ini adalah praktik kemunduran dalam berpolitik dan demokrasi.
“Ini akan menyebabkan kerugian bagi semua rakyat Aceh,” Bachtiar saleh.
Bachtiar saleh menambahkan, kepada seluruh Muspida di Aceh dan seluruh Institusi terkait agar dapat melakukan langkah preventif dan antisipasi. Karena apabila hal ini terus dipertahankan, pembangunan dan kesejahteraan sulit terwujud di Aceh.
Apabila seruan ini hanyan dianggap sebagai angin lalu, maka pihaknya akan terus melakukan pembelaan diri dan terus mempertahankan harga diri, baik secara organisasi dan individu.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPW Partai Nasional Aceh (PNA) Kabupaten Tamiang, Murtala. Menurutnya apabila intimidasi dan teror masih dilakukan sebagai langkah untuk memenangkan Pemilu 2014, maka Aceh akan semakin rumit.
Muratala menilai, apabila perbuatan itu masih digunakan. Kebebasan pendapat dan berekpresi tidak ada di di Aceh dan tidak ada penghargaan bagi kelompok minoritas serta perdamaian Aceh akan menjadi sia-sia.| AT | M | DS |

