News Update :

Bom Boston Dikemas Dalam Panci dan Sosok Misterius Diatas Gedung

Rabu, 17 April 2013


Boston | acehtraffic.com- Ledakan yang diduga bom pada Boston Maraton, Senin, 15 April 2013, sedikitnya menewaskan tiga orang. Puluhan lainnya dilarikan ke rumah sakit karena luka ringan dan berat. Kata polisi negara bagian Rhode Island, Roupen Bastajian, sejumlah pelari di sekitar garis finis menjadi korban. Mereka kehilangan kaki.

"Beberapa pelari yang baru atau akan mencapai finis kini tak memiliki kaki lagi," kata Bastajian di NY Times. "Begitu banyak darah dan pecahan tulang di jalanan."

Ketika menolong korban, Bastajian sempat memasangkan turniket atau alat penyangga sementara di kaki atlet Boston Maraton. Kata mantan marinir ini, "Setidaknya ada lima atau enam kaki yang saya ikat dengan turniket."

Satu rumah sakit rujukan korban ledakan Boston Maraton adalah Rumah Sakit Umum Massachusetts. Kepada NY Times, rumah sakit ini menyatakan tengah merawat 29 pasien dengan delapan orang dalam kondisi kritis. "Beberapa dari mereka harus menjalani operasi amputasi," ujar juru bicara Rumah Sakit Massachusetts.

Di Brigham and Women’s Hospital, tim dokter merawat 31 korban ledakan. Usia pasien itu beragam, mulai dari tiga hingga 60-an tahun. Berdasarkan data, 10 pasien dalam kondisi serius, sedangkan dua orang tengah kritis.

Boston Maraton telah digelar sejak 1897. perlombaan ini selalu diadakan pada Senin ketiga bulan April, sebagai peringatan Hari Patriot. Pada kali pertama penyelenggaraan Boston Maraton, hanya ada 18 peserta. Namun kini jumlahnya lebih dari 20 ribu pelari.

"Di 2013 ini, tercatat 23 ribuan peserta. Tapi hanya 17.580 orang yang menyelesaikannya, sebelum bom meledak."

Bos Boston Ada Sosok Misterius Di Atas Gedung

Teka-teki siapa pelaku ledakan bom di arena Boston Maraton, Senin petang waktu setempat, 15 April 2013, yang menewaskan tiga orang dan melukai 144 lainnya, belum terkuak.

Polisi federal dan aparat penegak hukum lainnya di negara bagian Massachuttes terus bergerak menyelidiki tempat-tempat yang dianggap mencurigakan. "Hingga saat ini, belum ada yang ditahan, tapi aksi ini dilakukan oleh teroris," kata polisi.

Pada bagian lain The Sun, media terbitan Inggris, dalam edisi Selasa, 16 April 2013, mengungkapkan bahwa ada sosok misterius berdiri di atap gedung saat ledakan terjadi. Sosok itu tidak terlihat dari lantai dasar gedung yang diselimuti asap tebal, menyusul ledakan bom kedua.

Gambar sosok misterius itu selanjutnya beredar luas di jejaring sosial Twitter. Tidak begitu jelas apa yang dikerjakan sosok di atas atap itu, apakah melakukan serangan teroris atau tidak. Namun sejumlah pengakuan menyebutkan bahwa kemungkinan sosok tersebut sengaja menyaksikan dari atas aksi serangan bom yang menimbulkan korban mengerikan itu.

Foto sosok misterius itu diambil oleh penonton lomba lari maraton, Dan Lampariello, saat bom kedua meledak berjarak beberapa meter dari bom pertama. Seorang pengguna Twitter mengoceh, "Siapa kawan yang berada di atap itu? Dia, kok, tak bereaksi terhadap ledakan." Pengoceh lain menulis, "Gambar orang di atas atap yang menghadap ledakan (bom) kedua seperti hantu yang pernah saya lihat."

Bom Di Kemas Dalam Panci

Dua bom yang menewaskan tiga orang dan melukai setidaknya 176 orang dalam ajang Boston Marathon dikemas dalam panci tekanan tinggi (pressure cook) ukuran enam liter. Di dalam panci itu penuh dengan pecahan logam, paku, dan bantalan bola dan disembunyikan di ransel hitam, sumber polisi menyatakan.

Bom ini, katanya, sering digunakan di Afghanistan, India, Nepal, dan Pakistan, menurut laporan Departemen Keamanan Dalam Negeri tahun 2010. Bom Boston dinilai sebagai yang terburuk setelah serangan 11 September 2001.

Bom meledak di dekat garis finish Boston Marathon yang penuh orang sekitar pukul 15.50 pada hari Senin. Bom kedua meledak beberapa detik kemudian. Sebanyak 40 orang terluka karena pecahan bom, dan setidaknya 10 orang harus diamputasi. Saksi menjelaskan melihat bagian tubuh beterbangan di udara.

Korban  tewas dalam ledakan diidentifikasi sebagai Krystle Campbell,  29 tahun , dari Arlington, Massachusetts. Korban lain adalah Martin Richard, bocah 8 tahun yang tengah menunggu ayahnya di garis finish. Korban ketiga belum terindentifikasi.

Bom yang digunakan, menurut investigator polisi, berisi bubuk hitam atau mesiu sebagai bahan peledak. Informasi tentang bagaimana membuat bom tersebut tersedia di internet, kata para ahli. Rangkaian bom ini kemudian sengaja dibuat seperti tertinggal di lokasi kejadian, CBS News melaporkan.

Penyidik ​​juga menemukan potongan sebuah papan sirkuit elektronik yang kemungkinan berfungsi sebagai timer bom.

Meskipun belum ada kelompok mengaku bertanggung jawab atas serangan, perangkat sejenis pernah digunakan dan gagal pada tahun 2010 di Times Square. Faisal Shahzad yang dicokok kemudian  mengaku telah menjalani pelatihan pembuatan bom di sebuah kamp faksi militan di Pakistan. | AT | R | TEMPO|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016