Jakarta |acehtraffic.com-
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya memastikan seluruh SPBU
Pertamina sudah siap untuk melaksanakan 2 harga bahan bakar minyak bersubsidi.
Hanung mengatakan semua persiapan telah rampung sejak Jumat, 26 April 2013.
"Sebagaimana dijanjikan
Pertamina, 26 April semua sudah siap. Kesiapan SPBU, stok BBM dan pengaturan
SPBU. Kalau pemerintah jadi melakukan implementasi wacana 2 harga kami sudah
siap. Kalaupun pemerintah melakukan opsi lain Pertamina sudah siap," kata
Hanung.(Baca: Pemerintah Masih Bingung Soal Kenaikan Harga BBM).
Adapun General Manager Fuel
Retail Marketing Pertamina Region III Hasto Wibowo mengatakan perangkat
pelaksanaan penerapan 2 harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sudah
didistribusikan ke seluruh SPBU di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
"Untuk Jabodetabek sudah
siap, dan hari ini Insya Allah untuk Jawa Barat seperti Cirebon, Tasikmalaya
dan Banten seluruhnya juga siap," kata Hasto ketika ditemui di Jakarta,
Jumat, 26 April 2013.
Hasto mengatakan spanduk penunjuk
arah disiapkan 50 meter sebelum SPBU. Dengan petunjuk arah ini, masyarakat bisa
mengetahui SPBU mana yang hanya akan melayani sepeda motor dan angkutan umum,
dan mana yang bisa melayani mobil pribadi."Nanti dengan mudah masyarakat
luas bisa mengenali (jenis SPBU)," kata Hasto.
Di wilayah Banten, DKI Jakarta
dan Jawa Barat saat ini terdapat 1.405 SPBU. Dari jumlah ini, yang berada di
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi mencapai 276 SPBU.
Hasto mengatakan pemetaan telah
dilakukan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM). Pemerintah menyatakan BBM bersubsidi dengan harga Rp 4.500
per liter akan disediakan di jalur yang dilalui banyak angkutan umum.
Untuk di DKI Jakarta, menurut
Hasto diperkirakan 60 persen SPBU akan menjual BBM bersubsidi untuk mobil
pribadi dengan harga Rp 6.500 per liter. "Dalam 10 hari perdana
pelaksanaan akan kami evaluasi apakah pemetaannya sudah tepat. Tetapi yang
dievaluasi mungkin hanya beberapa titik karena sebagian besar sudah
benar," kata Hasto | AT | RD | TEMPO|
