
Acehtraffic.com - Presiden Suriah, Bashar Al-Assad menuding Perdana Menteri Turki Recep Tayib Erdogan hipokrit dan pembohong seraya menyatakan, "Pemerintah Erdogan telah bersekutu dengan rezim Zionis Israel."
IRNA melaporkan, Bashar Al-Assad Jumat (5/4) menyinggung bahwa sejak munculnya berbagai transformasi di negara-negara Islam dan krisis di Suriah, Erdogan berusaha memanfaatkan kondisi yang ada untuk memperpanjang usia aktivitas politiknya.
Dikatakannya, "Perdana Menteri Turki mengklaim telah mengajukan berbagai usulan untuk memulihkan kondisi Suriah, akan tetapi sejak awal krisis dia tidak pernah berkata benar walau sekali."
Presiden Suriah menambahkan, "Pemerintah Suriah mendengarkan imbauan akan tetapi tidak mengijinkan intervensi dalam urusan dalam negerinya."
Berbicara soal permintaan maaf rezim Zionis Israel kepada Turki, Assad mengatakan, "Insiden serangan tentara Israel ke kapal pengangkut bantuan kemanusiaan Mavi Marmara milik Turki ke Gaza [pada tahun 2010] yang menewaskan sembilan warga Turki, terjadi ketika Benyamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel dan Erdogan sebagai Perdana Menteri Turki."
Dijelaskannya, "Apa yang terjadi selama tiga tahun terakhir sehingga Israel sekarang meminta maaf kepada Turki dan jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada krisis Suriah dan sekarang pemerintah Turki bersekutu dengan rezim Zionis Israel."
Terkait dukungan dan bantuan pemerintah Turki terhadap kelompok-kelompok bersenjata di Suriah, Assad mengatakan, "Ankara mengirim bantuan finansial Qatar kepada kelompok-kelompok bersenjata Suriah dan tangan pemerintah Ankara telah berlumuran darah yang mengalir di Suriah."
Mengenai penyerahan kursi keanggotaan Suriah di Liga Arab kepada kelompok oposisi, Assad menegaskan, "Permainan sulap Liga Arab tidak berarti bagi kami karena Liga tidak bisa memberikan legitimasi atau mencabut legitimasi tersebut dari individu atau sebuah negara."
Di bagian lain pernyataannya, Bashar Al-Assad menyinggung teror terhadap sejumlah ulama Suriah dan mengatakan, "Tidak diragukan bahwa sikap para pemuka agama termasuk Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buti berperan besar dalam menggagalkan makar musuh. Oleh karena itu mereka (kelompok teroris) meneror Syeikh Al-Buti dan seorang ulama di Aleppo.| AT | M | Irib |
IRNA melaporkan, Bashar Al-Assad Jumat (5/4) menyinggung bahwa sejak munculnya berbagai transformasi di negara-negara Islam dan krisis di Suriah, Erdogan berusaha memanfaatkan kondisi yang ada untuk memperpanjang usia aktivitas politiknya.
Dikatakannya, "Perdana Menteri Turki mengklaim telah mengajukan berbagai usulan untuk memulihkan kondisi Suriah, akan tetapi sejak awal krisis dia tidak pernah berkata benar walau sekali."
Presiden Suriah menambahkan, "Pemerintah Suriah mendengarkan imbauan akan tetapi tidak mengijinkan intervensi dalam urusan dalam negerinya."
Berbicara soal permintaan maaf rezim Zionis Israel kepada Turki, Assad mengatakan, "Insiden serangan tentara Israel ke kapal pengangkut bantuan kemanusiaan Mavi Marmara milik Turki ke Gaza [pada tahun 2010] yang menewaskan sembilan warga Turki, terjadi ketika Benyamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel dan Erdogan sebagai Perdana Menteri Turki."
Dijelaskannya, "Apa yang terjadi selama tiga tahun terakhir sehingga Israel sekarang meminta maaf kepada Turki dan jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada krisis Suriah dan sekarang pemerintah Turki bersekutu dengan rezim Zionis Israel."
Terkait dukungan dan bantuan pemerintah Turki terhadap kelompok-kelompok bersenjata di Suriah, Assad mengatakan, "Ankara mengirim bantuan finansial Qatar kepada kelompok-kelompok bersenjata Suriah dan tangan pemerintah Ankara telah berlumuran darah yang mengalir di Suriah."
Mengenai penyerahan kursi keanggotaan Suriah di Liga Arab kepada kelompok oposisi, Assad menegaskan, "Permainan sulap Liga Arab tidak berarti bagi kami karena Liga tidak bisa memberikan legitimasi atau mencabut legitimasi tersebut dari individu atau sebuah negara."
Di bagian lain pernyataannya, Bashar Al-Assad menyinggung teror terhadap sejumlah ulama Suriah dan mengatakan, "Tidak diragukan bahwa sikap para pemuka agama termasuk Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buti berperan besar dalam menggagalkan makar musuh. Oleh karena itu mereka (kelompok teroris) meneror Syeikh Al-Buti dan seorang ulama di Aleppo.| AT | M | Irib |
