
Acehtraffic.com - Sebuah supertanker Cina dengan kapasitas angkut dua juta barel minyak mentah telah merapat ke dermaga Iran. Ini merupakan yang pertama kali sejak Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap sektor minyak Iran pada bulan Juli 2012.
Menurut data dari HIS Fairplay, sebuah lembaga riset yang berbasis di Inggris, kapal milik sebuah perusahaan perkapalan terbesar Cina yaitu China Ocean Shipping, terlihat di pulau Kharg, terminal ekspor minyak mentah terbesar Iran, pada tanggal 21 Maret. Demikian dilaporkan Bloomberg Rabu (27/3).
Sejak Juli 2012, ketika Uni Eropa memberlakukan sanksi baru terhadap Iran guna mencegah negara-negara anggotanya membeli, bertransaksi dan memberikan asuransi pengiriman minyak Iran, ini merupkan merupakan pertama kalinya sebuah kapal tanker Cina merapat ke pelabuhan Iran.
Richard Hurley, spesialis senior data maritim di IHS Fairplay mengatakan, "Sejauh yang saya lihat, ini merupakan kunjungan pertama tanker minyak Cina yang terkonfirmasi sejak sanksi itu diberlakukan."
Kapal tersebut diberi jaminan asuransi oleh Skuld, sebuah perusahaan yang berbasis di Oslo, guna perlindungan dan risiko ganti rugi. Perusahaan tersebut menyatakan akan mencabut jaminannya terhadap kapal apapun jika harus menghadapi sanksi menyusl ketentuan Uni Eropa terkait sektor minyak Iran. Namun, Skuld tidak memverifikasi apakah jaminannya terhadap perusahaan Cina itu mendapat pengecualian atau tidak.
Cina berulangkali mengumumkan penentangannya terhadap sanksi sepihak AS dan Uni Eropa yang memberlakukan sanksi terhadap Iran atas tuduhan program nuklir Iran mengacu pada aspek militer. Namun Tehran menepis tuduhan tersebut.
Jurubicara Departemen Luar Negeri Cina, Hong Lei dalam jumpa pers di Beijing, Selasa (26/3) menegaskan, "Cina mempertahankan kerjasama energi normal dan transparan dengan Iran sesuai dengan kebutuhan energi dalam negerinya."
"Kami jelas menentang sejumlah negara yang menjatuhkan sanksi terhadap negara lain berdasarkan undang-undang internal mereka sendiri." tambahnya.| AT | M | Irib |
Menurut data dari HIS Fairplay, sebuah lembaga riset yang berbasis di Inggris, kapal milik sebuah perusahaan perkapalan terbesar Cina yaitu China Ocean Shipping, terlihat di pulau Kharg, terminal ekspor minyak mentah terbesar Iran, pada tanggal 21 Maret. Demikian dilaporkan Bloomberg Rabu (27/3).
Sejak Juli 2012, ketika Uni Eropa memberlakukan sanksi baru terhadap Iran guna mencegah negara-negara anggotanya membeli, bertransaksi dan memberikan asuransi pengiriman minyak Iran, ini merupkan merupakan pertama kalinya sebuah kapal tanker Cina merapat ke pelabuhan Iran.
Richard Hurley, spesialis senior data maritim di IHS Fairplay mengatakan, "Sejauh yang saya lihat, ini merupakan kunjungan pertama tanker minyak Cina yang terkonfirmasi sejak sanksi itu diberlakukan."
Kapal tersebut diberi jaminan asuransi oleh Skuld, sebuah perusahaan yang berbasis di Oslo, guna perlindungan dan risiko ganti rugi. Perusahaan tersebut menyatakan akan mencabut jaminannya terhadap kapal apapun jika harus menghadapi sanksi menyusl ketentuan Uni Eropa terkait sektor minyak Iran. Namun, Skuld tidak memverifikasi apakah jaminannya terhadap perusahaan Cina itu mendapat pengecualian atau tidak.
Cina berulangkali mengumumkan penentangannya terhadap sanksi sepihak AS dan Uni Eropa yang memberlakukan sanksi terhadap Iran atas tuduhan program nuklir Iran mengacu pada aspek militer. Namun Tehran menepis tuduhan tersebut.
Jurubicara Departemen Luar Negeri Cina, Hong Lei dalam jumpa pers di Beijing, Selasa (26/3) menegaskan, "Cina mempertahankan kerjasama energi normal dan transparan dengan Iran sesuai dengan kebutuhan energi dalam negerinya."
"Kami jelas menentang sejumlah negara yang menjatuhkan sanksi terhadap negara lain berdasarkan undang-undang internal mereka sendiri." tambahnya.| AT | M | Irib |
