Bireuen
| acehtraffic-com-Insiden pembacokan yang dilakukan oleh Rusdi Bin Ilyas (35)
tahun warga desa Suka Rame Kecamatan Makmur Bireuen, tergolong sadis, bayangkan
5 oarng keluarga Amiruddin Ismail (55) tahun semuanya terkena sabetan parang.
Penyebab
insiden itu banyak versi, ada yang menyebutkan karena kecanduan narkotika, dan
ada pembacokan itu justru dipicu oleh kecurigaan terhadap keluarga Amiruddin yang
sering melintasi sebuah kebun untuk kepeluan membuat perangkap burung.
Dan
ada juga yang menyebutkan itu adalah dendam lama, karena Amiruddin Ismail
pernah melerai perkelahian pelaku dengan
seorang warga desa yang lain. Hingga membuat Rusdi yang dikenal sebagai pria
pendiam itu naik darah. Hingga pelaku mengeluarkan ancaman.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 Wib
atau usai magrib, Pelaku membacok Amirullah (40) dengan luka koyak dikepala,
Amiruddin Ismail (55) tahun mengalami luka denagn kondisi perut terburai.
Setelah mendapat pertolongan dari warga dan anggota Kapolsek Makmur kedua korban yang berluka parah dilarikan ke RSU Dr Fauziah Bireuen. Dan kabar terakhir di ketahui Amiruddin Ismail warga dasar desa Leubu Tringgadeng Paoh yang sudah menjadi penduduk Suka Rame nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara tiga lainnya masing-masing, Sabri Alwi 35 mengalami luka dibagian paha dan tangan, M.Yasin Ilyas 15 tahun terkena dibagian tangan kanan dan Rusli Ismail (45) mengalami luka ditangan, kini dirawat di Puskesmas Makmur.
Setelah mendapat pertolongan dari warga dan anggota Kapolsek Makmur kedua korban yang berluka parah dilarikan ke RSU Dr Fauziah Bireuen. Dan kabar terakhir di ketahui Amiruddin Ismail warga dasar desa Leubu Tringgadeng Paoh yang sudah menjadi penduduk Suka Rame nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara tiga lainnya masing-masing, Sabri Alwi 35 mengalami luka dibagian paha dan tangan, M.Yasin Ilyas 15 tahun terkena dibagian tangan kanan dan Rusli Ismail (45) mengalami luka ditangan, kini dirawat di Puskesmas Makmur.
Polisi dan warga desa belum berhasil membekuk
pelaku yang melarikan diri ke Hutan. Desa Sukarame berada sekitar 20 kilo Meter
dari Simpang Leubu jalan Medan-Banda
Aceh, desa ini di huni oleh pedagang dan petani kebun pinang. | AT | NF | RD| Foto Tarmizi|


