News Update :

Rohingya Dari Laut Lepas, Kemana Akan Terhempas?

Selasa, 05 Maret 2013


Langsa | acehtraffic.com – Pengungsi rohingya yang kini ditampung di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Matang Seulimeng Kota Langsa. Kini segala kebutuhan menjadi tanggungan International Organization For Migration (IOM), Selasa 5 Maret 2013. Mereka mulai terlihat ceria, setelah menghirup udara bebas, makan teratur dan tanpa ancaman,  namun apa cerita selanjutnya bagi mereka?

Pengungsi Rohingya ditempat ini  berjumlah 63 orang yang diketahui berasal dari Desa Namer , Kecamatan AKB, Kabupaten Mondo Myammar itu, mereka masing-masing  40 Pria dewasa, 10 Perempuan, satu diantaranya hamil 7 bulan, 12 anak,  satu balita berumur 7 bulan.

Sepertinya pelarian mereka, dengan boat dengan menyeberangi lautan dengan membawa istri serta anak yang masih kecil tentu bukan pekerjaan main-main, namun bukan untuk suka dan gagah-gagahan, tetapi sepertinya beratnya hidup dan tekanan hingga melahirkan kesimpulan untuk chek out dari tanah kelahiran.

Hadirnya mereka ke Gedung SKB, tidak lain karena masih adanya rasa kemanusiaan dari awak nelayan KM Fahri asal Idi Aceh Timur yang masih berpikir bahwa didalam perahu tanpa mesin di huni oleh manusia dengan wajah lusuh dan disana pula ada sejumlah anak kecil, yang semestinya belum cocok untuk merasakan penderitaan seperti itu.

Namun itulah yang harus dirasakan oleh warga Rohingya. Sekilas dari wajah mereka, sejatinya kita warga Aceh atau pemerintah Aceh dengan suka cita harus membantu dan menampung mereka.

Karena dalam status Aceh berkonflik, warga Aceh dalam menyelamatkan jiwa dan raga terpaksa bersarang kemana-mana. Ada yang menemukan tempat yang tepat, ada juga yang terjaring di tempat yang konyol.

Begitu juga soal wajah dan warna kulit, sebagian besar warga Aceh juga memiliki kemiripan dengan pengungsi Rohingya, tidak tertutup kemungkinan  mereka adalah indatu kita. Maka sangat berdousa jika kita menolak atau membiarkan mereka, artinya sama juga dengan membiarkan orang tua kita telantar.

Namun itu terlalu berlebihan, karena selama ini jangan kan untuk mengurus, jikalau---- mereka indatu kita, mengurus ayah dan anak serta warga dalam satu desa saja masih ada yang membeli beras per-ons, dan ketidakjelasan pendapatan. Sehingga terkadang masyarakat yang sempat terlintas sayang, kasihan. Tapi kemudian itu berlalu begitu saja, karena ketidak berdayaan.

Entah bagaimana nasib mereka kemudian ?

Pastinya setelah dari Langsa, mereka tinggal menunggu waktu untuk menempuh perjalanan kembali, mereka pasti akan di tempatkan di Rudemin (Rumah Defensi Imigrasi) di Belawan Sumatera Utara.

Entah kemana mereka akan berlabuh lagi, ferivikasi imigrasi di kemudian hari menentukan nasib mereka.

Apakah mereka akan ada tempat yang aman di negeri ini atau negara ketiga, biar anak dan istri mereka duduk dengan aman dan nyaman. Atau mereka akan di kembalikan ke kampung asal yang memang ttak mereka harapkan? . | AT | RD |





Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016