Demikian keputusan yang dicapai Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama Suryadarma Ali dalam rapat yang berlangsung Selasa 26 Maret 2013 malam di Jakarta.
Wakil Ketua Komisi VIII Sayed Fuad Zakaria kepada Serambi mengatakan, BPIH 2013 turun sebesar 90 US dolar jika dibanding BPIH musim haji 2012.
Pada saat pembahasan biaya haji, Wakil Ketua Komisi VIII Sayed Fuad Zakaria menekankan kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) agar mengutamakan peningkatan pelayanan untuk jemaah haji, baik katering, pemondokan, bimbingan ibadah, kesehatan, transportasi dan keamanan.
Secara khusus Sayed Fuad Zakaria mengabarkan bahwa BPIH embarkasi Aceh secara otomatis akan lebih murah sedikit dibanding BPIH Nasional.
“Karena jarak dari Aceh ke Jeddah lebih penedek dibanding embarkasi lain, dan itu berpengaruh langsung kepada ongkos transportasi udara,” kata Sayed Fuad, politisi Partai Golkar dari daerah pemilihan Aceh. | Serambi |
Gunakan Garuda dan Saudi Airlines
SEMENTARA itu, untuk pemberangkatan jemaah haji, pemerintah akan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Kedua maskapai ini memenangi lelang penerbangan haji 2013 M/1434 H. Setelah negosiasi, ongkos penerbangan rata-rata turun 40 US dolar (sekitar Rp 389.000) untuk seluruh embarkasi bila dibandingkan dengan tahun lalu.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, tender dibuka dengan cara mengundang sembilan maskapai, termasuk Garuda dan Saudi Arabian Airlines. Di antara sembilan maskapai tersebut, ternyata hanya empat yang ikut lelang.
“Tetapi, setelah validasi kriteria teknis, hanya Garuda dan Saudi Arabian Airlines yang maju hingga penawaran dan menang,” tandasnya belum lama ini.
Kemenag dan DPR berhasil menawar biaya tiket sehingga turun rata-rata USD 40 per jemaah di seluruh embarkasi. Sebagai catatan, pada musim haji 2012 ongkos penerbangan mencapai USD 2.204 (Rp 21,4 juta) per jemaah dan 2011 sebesar USD 2.024 (Rp 19,7 juta).
Biaya tiket turun karena terjadi tawar-menawar antara pemerintah dan pihak maskapai. “Tahun-tahun sebelumnya tidak ada negosiasi,” ucapnya.
Negosiasi berjalan mulus karena adanya sistem baru tender angkutan haji. Mulai tahun ini pemerintah menetapkan kontrak jangka panjang, yakni berdurasi tiga tahun. Dengan demikian, maskapai penerbangan untuk musim haji 2014 dan 2015 hampir bisa dipastikan tetap Garuda dan Saudi Airlines. Baca : Janji Politik Partai Aceh | AT | R | SERAMBI|

