
Acehtraffic.com - Para pejabat dua negara Arab berusaha mendistorsi opini publik dari revolusi di dalam negeri, dengan melontarkan agitasi anti-Republik Islam Iran.
Alalam (14/3) melaporkan, Syeikh Rashed bin Abdullah Al-Khalifah, Menteri Luar Negeri Bahrain dalam sidang para menlu Arab Teluk Persia di Riyadh, Arab Saudi, mengklaim bahwa pasukan keamanan Bahrain mengungkap dan membredel sebuah kelompok yang sedang berusaha mewujudkan sebuah gudang senjata, yang pada waktunya akan digunakan untuk meneror tokoh penting Bahrain.
Menteri Luar Negeri Bahrain mengklaim bahwa berdasarkan pengakuan para anggota kelompok itu dan juga bukti-bukti yang terkumpul, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran berada di balik aktivitas kelompok tersebut.
Menlu Bahrain mengemukakan klaim tersebut demi mendistorsi opini publik dalam negeri dan tanpa mengemukakan bukti-bukti, dia menyebut hal ini sebagai "intervensi Iran dalam urusan dalam negeri Bahrain."
Langkah Menlu Bahrain itu dibarengi oleh Menteri Pertahanan Yaman Abdul Qadir Muhammad Qahhtan juga mengklaim bahwa bukan hanya Al-Qaeda yang berupaya memperluas kehadiran mereka di Yaman dan berdasarkan informasi yang diterima oleh Dinas Intelijen Yaman, Iran juga mengirim uang dan senjata kepada sejumlah kelompok politik, berusaha mencampuri urusan dalam negeri Yaman.
Dia membuktikan klaimnya itu dengan menyinggung penyitaan muatan senjata selundupan di atas kapal yang ditangkap di perairan Yaman dan menegaskan bahwa keberangkatan kapal tersebut adalah dari pelabuhan Iran.
Bersamaan dengan klaim tersebut, muncul gerakan terkoordinasi negara-negara Arab untuk menunjukkan sikap resmi mereka terhadap Iran.| AT | M | Irib |
Alalam (14/3) melaporkan, Syeikh Rashed bin Abdullah Al-Khalifah, Menteri Luar Negeri Bahrain dalam sidang para menlu Arab Teluk Persia di Riyadh, Arab Saudi, mengklaim bahwa pasukan keamanan Bahrain mengungkap dan membredel sebuah kelompok yang sedang berusaha mewujudkan sebuah gudang senjata, yang pada waktunya akan digunakan untuk meneror tokoh penting Bahrain.
Menteri Luar Negeri Bahrain mengklaim bahwa berdasarkan pengakuan para anggota kelompok itu dan juga bukti-bukti yang terkumpul, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran berada di balik aktivitas kelompok tersebut.
Menlu Bahrain mengemukakan klaim tersebut demi mendistorsi opini publik dalam negeri dan tanpa mengemukakan bukti-bukti, dia menyebut hal ini sebagai "intervensi Iran dalam urusan dalam negeri Bahrain."
Langkah Menlu Bahrain itu dibarengi oleh Menteri Pertahanan Yaman Abdul Qadir Muhammad Qahhtan juga mengklaim bahwa bukan hanya Al-Qaeda yang berupaya memperluas kehadiran mereka di Yaman dan berdasarkan informasi yang diterima oleh Dinas Intelijen Yaman, Iran juga mengirim uang dan senjata kepada sejumlah kelompok politik, berusaha mencampuri urusan dalam negeri Yaman.
Dia membuktikan klaimnya itu dengan menyinggung penyitaan muatan senjata selundupan di atas kapal yang ditangkap di perairan Yaman dan menegaskan bahwa keberangkatan kapal tersebut adalah dari pelabuhan Iran.
Bersamaan dengan klaim tersebut, muncul gerakan terkoordinasi negara-negara Arab untuk menunjukkan sikap resmi mereka terhadap Iran.| AT | M | Irib |
