
Acehtraffic.com - Republik Islam mengatakan, laporan terbaru Pelapor Khusus PBB untuk kondisi hak asasi manusia di Iran, Ahmed Shaheed, adalah bermotif politik dan benar-benar tidak dapat diterima.
Sekretaris Jenderal Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran, Mohammad Javad Larijani pada Selasa (12/3), mengkritik laporan yang menggunakan metodologi yang sepenuhnya tidak bisa diterima, dan menyebut laporan itu tidak berdasar.
Javad Larijani mencatat bahwa laporan Shaheed mengindikasikan ketidaktahuannya tentang warisan budaya Iran dan disusun atas kerjasama kelompok teroris.
"Ada hampir 2.000 tuduhan. Pada kenyataannya, kita telah menjawab semuanya secara rinci, kita telah menulis jawaban tapi mereka tidak peduli, dia [Shaheed] ingin menciptakan propaganda," jelas Larijani.
Menurutnya, propaganda itu didalangi dan didanai oleh Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa untuk mendestabilisasi Iran menjelang pemilu presiden bulan Juni 2013.
"Iran tampil sebagai kekuatan utama di wilayah Timur Tengah dengan banyak kemajuan di bidang sains dan teknologi, sehingga mereka khawatir tentang posisi berpengaruh ini. Mereka melakukan tindakan melanggar hukum dan bermusuhan terhadap Iran," tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut laporan Shaheed bermotif politik, bias dan tanpa dasar hukum.
"Laporan Ahmad Shaheed mengandung klaim berulang, dimana Republik Islam telah membantah beberapa kali. Selain itu, klaim-klaimnya didasarkan pada keterangan dari musuh-musuh Iran, sehingga laporan itu tidak mencerminkan realitas di negeri ini," tambah pernyataan itu.| AT | M | Irib |
Sekretaris Jenderal Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran, Mohammad Javad Larijani pada Selasa (12/3), mengkritik laporan yang menggunakan metodologi yang sepenuhnya tidak bisa diterima, dan menyebut laporan itu tidak berdasar.
Javad Larijani mencatat bahwa laporan Shaheed mengindikasikan ketidaktahuannya tentang warisan budaya Iran dan disusun atas kerjasama kelompok teroris.
"Ada hampir 2.000 tuduhan. Pada kenyataannya, kita telah menjawab semuanya secara rinci, kita telah menulis jawaban tapi mereka tidak peduli, dia [Shaheed] ingin menciptakan propaganda," jelas Larijani.
Menurutnya, propaganda itu didalangi dan didanai oleh Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa untuk mendestabilisasi Iran menjelang pemilu presiden bulan Juni 2013.
"Iran tampil sebagai kekuatan utama di wilayah Timur Tengah dengan banyak kemajuan di bidang sains dan teknologi, sehingga mereka khawatir tentang posisi berpengaruh ini. Mereka melakukan tindakan melanggar hukum dan bermusuhan terhadap Iran," tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut laporan Shaheed bermotif politik, bias dan tanpa dasar hukum.
"Laporan Ahmad Shaheed mengandung klaim berulang, dimana Republik Islam telah membantah beberapa kali. Selain itu, klaim-klaimnya didasarkan pada keterangan dari musuh-musuh Iran, sehingga laporan itu tidak mencerminkan realitas di negeri ini," tambah pernyataan itu.| AT | M | Irib |
