News Update :

Ganja Yang Dijemur Hilang, Seorang Pria Bacok 5 Warga, 1 Meninggal , 4 Terluka

Rabu, 06 Maret 2013



Bireuen | acehtraffic.com-   Insiden pembacokan yang melibatkan Rusdi (28) tahun warga Sukarame Kecamatan Makmur Bireuen, berat dugaan di picu oleh hilang ganja yang sedang di jemur dipondok kebun milik Amiruddin (55) bapak yang tewas setelah beberapa saat menjalani perwatan di RSU Dr Fauziah akibat ditebas dengan parang oleh pelaku

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun acehtraffic.com, beberapa hari sebelum kejadian korban (Amiruddin) sempat mengingatkan pelaku yang tak lain adalah masih hubungan saudara itu, untuk tidak menjemur ganja di pondok kebunnya, dan jika pelaku tetap menjemur, maka jangan salahkannya jika nanti dibuang.

Kejadian itu benar terjadi, entah siapa pelakunya ganja yang dijemur benar –benar hilang, Mungkin karena Amiruddin pernah mengutarakan akan membuang Ganja jika di jemur di pondok kebunnya, maka sasaran Rusdi tidak lain, Amiruddin lah pelaku pembuang ganjanya.

Setelah hilang ganja di kebun, Rusdi juga kehilangan Ganja simpanan dirumah, dimana  ibunya Rusdi juga membuang ganja simpanan Rusdi. Hingga dia mengamuk dan memcahkan belasan piring.  Diduga penyebab itu , Rusdi merasa tersinggung dan marah kepada  Amiruddin.

Selasa 5 Februari 2013 jelang maggrib pelaku menunggu Amiruddin pulang dari kebun di jalan desa, setelah bertemu keduanya sempat beradu mulut, mungkin Rusdi yang sudah memendam rasa amarah karena ganjanya hilang, ia pun langsung menebas korban dikepala. Korban berteriak minta tolong, warga yang melihat langsung memberikan pertolongan terhadap Amiruddin yang terkapar berlumuran darah.

Sementara Rusdi setelah menebas Amiruddin langsung pulang kerumah. Informasi insiden itu cepat menyebar, sejumlah keluarga Amiruddin yang lain mencari Rusdi kerumah, disanalah Rusdi mengamuk, dia mengayunkan parang secara membabi buta, hingga melahirkan 4 korban bacokan berikutnya, setelah melakukan aksinya Rusdi melarikan diri ke Hutan.

Amiruddin Meninggal

Amiruddin atau Bang Bidin (55) tahun yang mengalami luka bacok dikepala tidak dapat diselamatkan nyawanya, setelah beberapa saat di rawat di RSU Dr Fauziah Bireuen, sekitar pukul 23 :00 Wib,  selasa 5 Maret 2013 malam menghembuiskan nafas terakhir. Dan sudah dikebumikan di kampung halamannya Di desa Suka Ramee Kecamatanm Makmur Kab Bireuen pada siang Rabu 6 Maret 2013.

Sementara 4 korban lainnya masing Amirullah (40) dengan luka koyak dikepala masih dirawat Di RSU Dr Fauziah Bireuen. Sabri Alwi 35 mengalami luka dibagian paha dan tangan, M.Yasin Ilyas 15 tahun terkena dibagian tangan kanan dan Rusli Ismail (45) mengalami luka ditangan, kini dirawat di Puskesmas Makmur.

Polisi Dan Masyarakat Buru Pelaku

Pemburuan pelaku yang dimulai sejak Selasa 5 Maret 2013 malam belum membuahkan hasil, bahkan subuh Rabu 6 Maret 2013 warga sempat melihat Rusdi pulang kerumah dan kemudian pergi lagi. Namun warga tidak berhenti disitu, hari ini warga dan polisi masih meburu pelaku, namun hingga berita ini diturunkan pelaku belum ketangkap.

Siapa Rusdi

Rusdi belum menikah, sehari –hari ia adalah lelaki pendiam. Dia merupakan pecandu ganja, setiap merokok ia selalu membumbui dengan Ganja. Ganja yang sudah dikonsumsinya puluhan tahun itu, bukanlah pesanan atau orderan dari agen penjual Ganja. Tapi Ganja yang dikonsumsinya merupakan produk sendiri yang ia tanam di kebunnya.

Seorang warga Suka Ramee mengatakan, Rusdi tiada hari tanpa Ganja. Menurut warga ini, dia menyediakan ganja untuk kebutuhan dirinya dengan cara menanam beberapa batang secara kontinyu di kebunnya.

,”Dia tidak tanam berhektar, tapi paling dia tanam 5 atau 6 batang, untuk Dro jih, (Untuk konsumsi Pribadi ),” Ujar warga.

Pastinya apapun ceritanya, hari ini Rusdi telah membuat seorang warga meninggal, dan 4 lainnya terluka. Rusdi sudah sangat berbahaya, tidak tertutup kemungkinan dia akan mengamuk terhadap warga lain. Kita berharap pihak kepolisian segera menangkap Rusdi, si beringas  gara-gara  ganjanya hilang digubuk jemuran. | AT | RD| .
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016