Kaltim | acehtraffic.com- Wartawati
media lokal di Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur Nurmila
Sari Wahyuni, Minggu 3 Maret 2013, keguguran calon anak ketiganya akibat
penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum warga di Desa Rantau Panjang,
Kecamatan Tanah Grogot. Yuni (nama sapaan) dinyatakan kehilangan janinnya yang
berumur satu bulan oleh dokter RSUD Panglima Sebaya Tana Paser.
"Kami merasa kehilangan karena istri saya
keguguran, akibat kejadian kemarin. Ini surat dari dr Morita Wibowo SpOg,
Spesialis Kebidanan dan Kandungan," kata Andriyanto, suami Yuni sembari memperlihatkan surat keterangan dokter
Morita nomor 446/732/Dinkes.
Yuni menambahkan, kalau dirinya sempat
diperlakukan seperti binatang. "Saya sempat diinjak-injak, sepatu-sepatu mereka ada yang
ke kepala, ada ke badan, ada yang di kaki," tambah Yuni mengenang kejadian
tersebut.
Seperti diberitakan, Yuni, anggota Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Paser, sekitar pukul 11.00, Sabtu
(2/3/2013), dianiaya sejumlah oknum warga saat meliput kejadian pengrusakan
salah satu rumah warga di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot. Selain
dianiaya, kamera yang dibawa Yuni juga dirusak. | AT | R | TRIBUN|

