Langsa | acehtraffic.com- Wali
kota langsa Usman Abdullah mengatakan dalam rapat dengan Staf ahli ke
presidenan, daerah tidak akan pernah maju kalau terus di belengu dengan
regulasi-regulasi yang ada,kalau regulasi tersebut tidak di cabut maka jangan
harap daerah akan maju.
Usman
Abdullah mencontohkan Negara jiran malasia bisa maju kerena tidak terikat
dengan regulasi dan semua pelabuhan bisa beroperasi, berbeda dengan Indonesia
yang terikat regulasi,dengan alasan untuk melindungi produk dalam negeri.
,”Kenyataannya tidak lebih hanya untuk melindungi cukong- cukong yang membiayai
oknum pejabat.” Ujar Usman Abdullah saat pertemuan dengan Staf ahli ke
presidenan, Kamis 7 Februari 2013 di Kota Langsa.
Prof.Dr.M.Mas,ud
Said Tim dan Swandi Idris M.si, staf ahli presiden memberi apresiasi kepada
Wali Kota langsa Usman Abdullah SE, yang telah berhasil menjalin hubungan
dengan semua pihak untuk memajukan kota langsa,
Tim
juga berjanji akan menyampaikan kepada presiden hasil pertemuan dengan seluruh
komponen di wilayah timur Aceh khususnya Kota langsa. Prof.Dr.Mas,ud Said merasa kagum begitu melihat Kota langsa sudah
mulai ada kemajuan bila di bandingkan beberapa tahun yang lalu.
Pada
kesempatan yang sama kepala dinas perhubungan Aceh mengatakan kereta api
perdana untuk wilayah Aceh akan segera lounching di Kota Langsa. Lounching
tersebut untuk rute Langsa – Besitang Sumatera Utara. Kamis 7 Februari 2013.
Hal
tersebut disampaikan Kadis Perhubungan Aceh Husaini Dalam rapat dengan Tim Staf
ahli presiden bidang ekonomi daerah dengan wali kota Langsa dan Bappeda
provinsi Aceh,serta Bappeda Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa,dan Bappeda
Gayo Lues,dalam rangka pengembangan pembangunan wilayah Timur Aceh.
Kereta
api perdana untuk wilayah Aceh akan segera lounching di kota langsa dengan rute
Besitang (Perbatasan Aceh). Kuala Langsa sebagai fasilitas penunjang
pengoperasian Kuala Langsa menjadi jalur Ferry Kuala Langsa –Penang Malaysia.
Menurut
Husaini, di samping pembangunan jalur
kereta api sepanjang 82 km, kementrian Perhubungan Pusat bekerja sama dengan
PT.Pelindo akan menyediakan anggaran untuk pengerokan Kuala Langsa, agar semua
kapal bisa masuk. ,”Kita harapkan akan terealisasi dalam tahun ini,” Ujar Kadis
Perhubungan Aceh Itu.
Namun
sebagaimana di ketahui kereta api di Aceh yang dibangun kembali sejak beberapa
tahun lalu itu, baru terlihat wujud relnya hanya dari Cot Seurani –Kreung Mane
Tuha Kecamatan Muara Batu hingga Panggoi Kota Lhokseumawe.
Kondisi
rel itupun belum sempurna 100 persen, bahkan sudah ada yang di bongkar oleh warga.
Bahkan Walikota Lhokseumawe tidak menginginkan adanya rel kereta api lagi di
Lhokseumawe.
Sejumlah warga di Lhokseumawe juga banyak yang menolak rel dibangun di
lokasi lama, karena pemukiman mereka sudah terlalu dekat dengan rel
tersebut. Warman (25) seorang warga yang
dimintai pendapat soal rel Langsa-Besitang bukan tidak percaya, namun hanya
tersenyum dan menyebutkan. “Sangat manis gagasan dan harapan yang disampaikan,
tetapi itu, jelas kebutuhan atau ? | AT
| RD | AB |

