News Update :

Pemko Banda Aceh Dukung Aksi Earth Hour 2013, Daerah Lain Sering Padam

Kamis, 21 Februari 2013





Banda Aceh | acehtraffic.com – Pemerintah Kota Banda Aceh mendukung sepenuhnya aksi “Pemadaman Sejam“ yang digagas tim Earth Hour Indonesia. Hal tersebut disampaikan Walikota saat menerima audiensi tim Earth Hour di ruang rapat walikota Kamis, 21 Februari 2013.

Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng,Sc yang didampingi Sekda T. Saifuddin menegaskan ingin mengulang kembali kesuksesan aksi pemadaman lampu selama satu jam yang telah dilakukan di kantor balaikota pada 31 Maret 2012 tahun lalu.

Aksi jam bumi (Earth Hour) ini bisa menjadi awal perubahan gaya hidup yang hemat energi. Gerakan ini juga bisa menjadi pesan untuk diri sendiri, keluarga, perkantoran, dan masyarakat. “Aksi pemadaman sejam nantinya akan melibatkan empat ikon Kota Banda Aceh seperti Mesjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Balaikota Banda Aceh, dan Pante Pirak," Kata Pak Walikota itu. 

Untuk pelaksanaan malam Earth Hour kali ini diperlukan sosialisasi-sosialisasi dan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pada PLN, Kepolisian, Kodam dan instansi terkait agar hasil aksi nanti menjadi lebih baik. 

Walikota yang akan dinobatkan sebagai Duta Earth Hour 2013 juga merasa bangga karena kota Banda Aceh masuk dalam salah satu dari 5000 kota di dunia pendukung gerakan earth hour.

Sebelumnya Dede S selaku Earth Hour Aceh Project Leader menjelaskan Earth Hour atau Jam Bumi adalah kegiatan global yang diadakan oleh World Wildlife Fund (WWF), diadakan pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya dengan meminta rumah-rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim.

Kedepan sambungnya tim Earth Hour (EH) akan menyambangi kota lainnya di Aceh seperti Lhokseumawe yang memiliki beberapa perusahan besar dengan emisi karbon dioksida cukup besar. Dijadwalkan malam pelaksanaan Earth Hour akan dipusatkan di Balaikota Banda Aceh pada 23 Maret 2013 mendatang serentak dilakukan di 5000 kota dunia.

Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten II Drs. Ramli Rasyid, Kabag Humas Drs. Marwan, Kasubbag Hubungan Kelembagaan dan Media Center Mahdi S.Pd. Sementara dari tim Earth Hour hadir Director Climate & Energy Nyoman Iswarayoga, Koordinator EH Kota Chik Rini dan Earth Hour Aceh Project Leader Dede S.

Sementara di daerah lain di pedalaman Aceh dilaporkan listrik justru sering hidup-mati “teungoh-teungoh mugreb ipeuloen lampu PLN-nyan, sabe-sabe na alasan aneuk miet nak bek payah jak bak beut” Kata Rusli (52) warga  pedalaman Paya Bakong, Aceh Utara. | AT | YD | MD | 
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016