Setiap tahun sekitar 20.000
perempuan muda di Inggris dan Prancis "berisiko" mengalami sunat
perempuan namun keduanya memiliki cara yang berbeda menangani praktek ini.
Ayanna, misalnya, wanita berusia
23 tahun yang tinggal di Inggris dibawa ke negara asalnya Sierra Leone untuk
disunat. Ia tinggal di Glasgow, Skotlandia, di perumahan yang khusus dibuat
untuk menampung pengungsi.
"Saya sangat senang di sini.
Saya tidak lagi kesakitan karena harus berhubungan seks dengan suami saya.
Sakitnya lebih parah dibandingkan melahirkan," kata Ayanna sambil
menggendong bayi perempuannya yang berusia setahun.
Ayanna meminta suaka politik
untuk menyelamatkan diri dari kawin paksa dan agar putrinya tidak disunat
Ayanna mengatakan sejumlah ibu lainnya mengizinkan putrinya untuk disunat
dengan cara memotong kelamin bayi mereka. "Mereka menggunakan silet,
gunting dan pisau tajam."
"Ada dua anak yang tinggal
di perumahan ini, satu berusia tiga tahun dan lainnya dua minggu. Mereka
baru-baru ini disunat oleh wanita tua," tambahnya. "Mereka
menggunakan silet, gunting dan pisau tajam, " kata Ayanna.
Praktek sunat perempuan dilakukan
dengan memotong sebagian atau seluruh kelaimin perempuan. Sunat perempuan dapat
berakibar fatal akibat komplikasi saat melahirkan anak. Praktek ini dilakukan
di sebagian besar Afrika dan Timur Tengah.
'Dipikir akan pesta' Di Glasgow,
sejumlah wanita Somalia yang ditemui wartawan BBC, Sue Lloyd Roberts,
pertengahan tahun lalu, disunat."Bila pemerintah dapat menghentikan
praktek ini, kami akan sangat senang," kata salah seorang dari mereka.
Di Bristol, sejumlah anak sekolah
yang ditemui Sue Lloyd Roberts juga bercerita tentang sunat.
"Pada mulanya mereka senang
karena dipikir akan pesta sampai akhirnya mereka sadar bahwa mereka akan
disunat barulah mereka ketakutan"
Amina "Mereka disunat
bersama karena lebih murah cepat dengan cara itu," kata Amina yang berusia
17 tahun.
"Pada mulanya mereka senang
karena dipikir akan pesta sampai akhirnya mereka sadar bahwa mereka akan
disunat barulah mereka ketakutan," tambah Amina.
"Biasanya sunat dilakukan
oleh perempuan tua atau Imam atau siapapun yang bisa sunat."
Sekitar 100 orang tua
dihukumSekitar 20.000 anak-anak di Inggris dan dengan jumlah serupa di Prancis
dianggap 'berisiko' disunat setiap tahun.
Undang-undang yang menyebutkan
sunat ilegal di Inggris dan Prancis dikeluarkan pada tahun yang sama,
pertengahan tahun 1980-an.
Sekitar 100 orang tua dan pelaku
sunat telah dijatuhi hukuman di Prancis.Namun di Inggris belum ada seorang pun
yang dijatuhi hukuman. Isabelle Gillette-Faye, pegiat anti sunat perempuan di
Prancis mengatakan Inggris berupaya menghargai imigran.
"Di Inggris, mereka sangat
menghargai imigran," kata Gillette-Faye. "Sangat berbeda di Prancis.
Para imigran harus melakukan integrasi dan menghargai undang-undang kami,"
tambahnya. | AT | R | BBC |
Loading...

