Singapura| acehtraffic.com - Minyak mentah di perdagangan Asia pada Senin 4 Februari 2013 bergerak melemah. Investor memilih merealisasikan keuntungan
dengan reli yang sudah terjadi.
Minyak mentah AS merosot 18 sen ke US$97,59 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Maret. Minyak AS mengalami reli dalam delapan pekan terkhir. Hal ini sebagai reli terlama sejak Juli-Agustus 20o4 lalu.
Sementara minyak jenis Brent lebih renda 14 sen ke US$116,62 per barel di London. Minyak Brent telah menguat tajam mendekati level tertinggi dalam 4,5 bulan terakhir di US$117,07 per barel. Pada pekan lalu, BRent telah mengalami reli selama tiga pekan terakhir.
Penguatan harga minyak selama ini merespon data ekonomi dari konsumen minyak terbesar seperti AS dan China. Pada pekan lalu data tenaga kerja AS tentang nonfarm payroll menunjukkan hal positif untuk bulan Januari naik 157.000.
Demikian juga dengan data ekonomi China yang mengindikasikan pemulihan ekonomi China terus berlangsung. Pada pekan lalu, HSBC merilis data final hasil survei Indeks Manajer Pembelian manufaktur untuk Januari di 52,3. Angka ini, naik dari PMI Desember di 51,5. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi.
Sementara bursa saham Asia mengalami penguatan karena investor mengambil keuntungan dari data tenaga kerja AS yang positif pada pekan lalu. Indeks Nikkei naik 0,8%, indeks Hang seng naik 0,5%, indeks Shanghai naik 0,6%, indeks Kospi melemah 0,1%, indeks ASX tergelincir 0,2%.
Sedangkan harga emas naik 0,1% ke US$1.672,50 per troy ons, harga parak turun 0,3% ke US$31,8 per ons dan harga tembaga turun 0,04% ke US$3,7 per pon. Sementara kurs EUR/USD turun 0,0012 ke 1,3628, USD/JPY turun 0,1%ke 92,61, kurs EUR/JPY turun 0,4% ke 126,20. | AT | R| INC|
Minyak mentah AS merosot 18 sen ke US$97,59 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Maret. Minyak AS mengalami reli dalam delapan pekan terkhir. Hal ini sebagai reli terlama sejak Juli-Agustus 20o4 lalu.
Sementara minyak jenis Brent lebih renda 14 sen ke US$116,62 per barel di London. Minyak Brent telah menguat tajam mendekati level tertinggi dalam 4,5 bulan terakhir di US$117,07 per barel. Pada pekan lalu, BRent telah mengalami reli selama tiga pekan terakhir.
Penguatan harga minyak selama ini merespon data ekonomi dari konsumen minyak terbesar seperti AS dan China. Pada pekan lalu data tenaga kerja AS tentang nonfarm payroll menunjukkan hal positif untuk bulan Januari naik 157.000.
Demikian juga dengan data ekonomi China yang mengindikasikan pemulihan ekonomi China terus berlangsung. Pada pekan lalu, HSBC merilis data final hasil survei Indeks Manajer Pembelian manufaktur untuk Januari di 52,3. Angka ini, naik dari PMI Desember di 51,5. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi.
Sementara bursa saham Asia mengalami penguatan karena investor mengambil keuntungan dari data tenaga kerja AS yang positif pada pekan lalu. Indeks Nikkei naik 0,8%, indeks Hang seng naik 0,5%, indeks Shanghai naik 0,6%, indeks Kospi melemah 0,1%, indeks ASX tergelincir 0,2%.
Sedangkan harga emas naik 0,1% ke US$1.672,50 per troy ons, harga parak turun 0,3% ke US$31,8 per ons dan harga tembaga turun 0,04% ke US$3,7 per pon. Sementara kurs EUR/USD turun 0,0012 ke 1,3628, USD/JPY turun 0,1%ke 92,61, kurs EUR/JPY turun 0,4% ke 126,20. | AT | R| INC|

