News Update :

Konspirasi Ancam Revolusi Rakyat Mesir

Senin, 04 Februari 2013

Mesir | acehtraffic.com- Kondisi Mesir kian tak terkontrol dan semakin berbahaya. Sejumlah isu panas pun mulai beredar dalam beberapa hari terakhir, mulai dari pembentukan pemerintah penyelamat nasional serta pelengseran Muhammad Mursi dan pengadilan baginya. Jika manuver ini ditingkatkan maka Mesir akan memasuki kondisi yang semakin krisis.
 
Front Penyelamat Nasional, kubu oposisi utama Mesir dan terdiri dari sejumlah tokoh terkenal seperti Amr Moussa, Hamdeen Sabahi dan Muhammad Elbaradei menggelar sidang tertutup. Perundingan ini digelar di saat Amr Moussa menekankan bahwa jika pemerintah nasional bersatu tidak dibentuk, Mesir akan mengalami keruntuhan. Ia pun menuntut dilanjutkannya pembangkangan warga Mesir terhadap pemerintah.
 
Hari Sabtu 2 Februari 2013 aksi demo anti pemerintah di Kairo tetap berlanjut dan sebuah sekolah di ibukota menjadi sasaran kemarahan demonstran. Iklim  dalam negeri Mesir semakin mengkhawatirkan. 

Warga mulai brutal dan merusak gedung instansi pemerintah. Kondisi ini dapat dicermati sebagai penyelewengan revolusi rakyat. Saat ini aksi demo warga Mesir dipicu oleh tidak terealisasinya tuntutan mereka khususnya dari sisi ekonomi.
 
Namun ketika kita mencermati dalih dari terbentuknya kondisi tak menentu di Mesir saat ini, peran dari berbagai kubu politik tak boleh dilupakan serta kelompok-kelompok misterius  dalam memporak-porandakan stabilitas negara yang baru mengecap kemenangan revolusi rakyat dan berhasil menggulingkan diktator pro Barat ini. 

Kelompok Salafi Mesir yang digerakkan oleh sejumlah elite Arab Saudi serta kelompok sekular, liberal dan sayap kiri Mesir yang dipengaruhi oleh ideologi Barat dan ketakutan atas berkuasanya kubu Islam memainkan peran vital dalam memprovokasi gerakan anti pemerintah di Kairo.
 
Tokoh seperti Amr Moussa dan Muhammad Elbaradei yang cukup populer di mata rakyat Mesir serta aktif menghasut opini publik anti Hosni Mubarak di era revolui, kini bergabung dengan kubu anti pemerintah serta membentuk front bersama anti Mursi. Kini kedua tokoh ini menjadi pemimpin gerakan anti pemerintah Mesir.
 
Namun demikian yang paling berbahaya adalah munculnya kelompok perusuh dan brutal di Mesir. Kelompok ini mendapat dukungan asing dan aktif menebar agitasi anti pemerintah yang lahir dari revolusi rakyat. Peran kelompok ini sangat kuat, sehingga sejumlah elite politik menilai kondisi saat ini di Mesir akibat dari skenario yang didektikan oleh asing.
 
Pihak asing seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa yang menyaksikan kepentingannya terancam dengan perubahan pemerintahan di Mesir berusaha menumbangkan pemerintahan Kairo dari kubu Ikhwanul Muslimin  dengan menyewa kelompok bayaran guna merusak stabilitas Mesir.
 
Aksi kekerasan misterius di demonstrasi Mesir kian memperkuat asumsi bahwa terdapat gerakan tersembunyi di antara berbagai lapisan masyarakat dan berusaha merusak iklim dalam negeri Kairo.
 
Upaya untuk membawa kembali Mesir ke era sebelum revolusi tak diragukan lagi merupakan ide mereka yang ingin mengobarkan revolusi lain di negara ini. 

Sejumlah desas desus menunjukkan bahwa terdapat tangan-tangan jahat yang berusaha mensabotase pemilu parlemen. Salah satu alasan kuat kubu Liberal menebarkan kebencian terhadap pemerintah dan Mursi adalah ketakutan mereka jika kubu Islam sampai berhasil menguasai lembaga legislatif.
 
Yang pasti jika kondisi saat ini di Mesir kian memburuk maka seluruh impian rakyat Mesir serta cita-cita revolusi akan musnah dan negara ini akan kembali ke titik nol seperti yang disebut berbagai media massa. | AT | R | Irib|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016