Mesir | acehtraffic.com- Kondisi Mesir kian tak terkontrol dan
semakin berbahaya. Sejumlah isu panas pun mulai beredar dalam beberapa
hari terakhir, mulai dari pembentukan pemerintah penyelamat nasional
serta pelengseran Muhammad Mursi dan pengadilan baginya. Jika manuver
ini ditingkatkan maka Mesir akan memasuki kondisi yang semakin krisis.
Front Penyelamat Nasional, kubu oposisi utama Mesir dan terdiri dari
sejumlah tokoh terkenal seperti Amr Moussa, Hamdeen Sabahi dan Muhammad
Elbaradei menggelar sidang tertutup. Perundingan ini digelar di saat Amr
Moussa menekankan bahwa jika pemerintah nasional bersatu tidak
dibentuk, Mesir akan mengalami keruntuhan. Ia pun menuntut
dilanjutkannya pembangkangan warga Mesir terhadap pemerintah.
Hari Sabtu 2 Februari 2013 aksi demo anti pemerintah di Kairo tetap berlanjut dan
sebuah sekolah di ibukota menjadi sasaran kemarahan demonstran. Iklim
dalam negeri Mesir semakin mengkhawatirkan.
Warga mulai brutal dan
merusak gedung instansi pemerintah. Kondisi ini dapat dicermati sebagai
penyelewengan revolusi rakyat. Saat ini aksi demo warga Mesir dipicu
oleh tidak terealisasinya tuntutan mereka khususnya dari sisi ekonomi.
Namun ketika kita mencermati dalih dari terbentuknya kondisi tak
menentu di Mesir saat ini, peran dari berbagai kubu politik tak boleh
dilupakan serta kelompok-kelompok misterius dalam memporak-porandakan
stabilitas negara yang baru mengecap kemenangan revolusi rakyat dan
berhasil menggulingkan diktator pro Barat ini.
Kelompok Salafi Mesir
yang digerakkan oleh sejumlah elite Arab Saudi serta kelompok sekular,
liberal dan sayap kiri Mesir yang dipengaruhi oleh ideologi Barat dan
ketakutan atas berkuasanya kubu Islam memainkan peran vital dalam
memprovokasi gerakan anti pemerintah di Kairo.
Tokoh
seperti Amr Moussa dan Muhammad Elbaradei yang cukup populer di mata
rakyat Mesir serta aktif menghasut opini publik anti Hosni Mubarak di
era revolui, kini bergabung dengan kubu anti pemerintah serta membentuk
front bersama anti Mursi. Kini kedua tokoh ini menjadi pemimpin gerakan
anti pemerintah Mesir.
Namun demikian yang paling
berbahaya adalah munculnya kelompok perusuh dan brutal di Mesir.
Kelompok ini mendapat dukungan asing dan aktif menebar agitasi anti
pemerintah yang lahir dari revolusi rakyat. Peran kelompok ini sangat
kuat, sehingga sejumlah elite politik menilai kondisi saat ini di Mesir
akibat dari skenario yang didektikan oleh asing.
Pihak
asing seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa yang
menyaksikan kepentingannya terancam dengan perubahan pemerintahan di
Mesir berusaha menumbangkan pemerintahan Kairo dari kubu Ikhwanul
Muslimin dengan menyewa kelompok bayaran guna merusak stabilitas Mesir.
Aksi kekerasan misterius di demonstrasi Mesir kian memperkuat asumsi
bahwa terdapat gerakan tersembunyi di antara berbagai lapisan masyarakat
dan berusaha merusak iklim dalam negeri Kairo.
Upaya
untuk membawa kembali Mesir ke era sebelum revolusi tak diragukan lagi
merupakan ide mereka yang ingin mengobarkan revolusi lain di negara ini.
Sejumlah desas desus menunjukkan bahwa terdapat tangan-tangan jahat
yang berusaha mensabotase pemilu parlemen. Salah satu alasan kuat kubu
Liberal menebarkan kebencian terhadap pemerintah dan Mursi adalah
ketakutan mereka jika kubu Islam sampai berhasil menguasai lembaga
legislatif.
Yang pasti jika kondisi saat ini di Mesir
kian memburuk maka seluruh impian rakyat Mesir serta cita-cita revolusi
akan musnah dan negara ini akan kembali ke titik nol seperti yang
disebut berbagai media massa. | AT | R | Irib|

