Banda Aceh | acehtraffic.com - Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 1,47 persen pada Januari 2013, akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok komoditas. Angka inflasi ini lebih tinggi dari inflasi secara nasional yakni 1,03 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syeh Suhaimi menyatakan, inflasi Aceh diperoleh dari agregat angka inflasi Banda Aceh sebesar 1,22 persen dan Kota Lhokseumawe sebesar 1,75 persen.
"Laju inflasi tahun kelender 2013 untuk Kota sebesar Banda Aceh 1,22 persen, Kota Lhokseumawe 1,75 persen dan Aceh 1,47 persen. Sedangkan inflasi year on year untuk Kota Banda Aceh sebesar 1,25 persen, Kota Lhokseumawe 1,13 persen, dan Provinsi Aceh 1,19 persen," katanya pada wartawan di Banda Aceh, Jumat 1 Februari 2013. sebagaimana diberitakan okezone.com
Inflasi disumbangkan oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan, kelompok kesehatan, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, kelompok sandang, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Kenaikannya antara 0,01 hingga 4,42 persen.
"Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keungan tidak mengalami perubahan," ujar Suhaimi.
Menurutnya, angka inflasi Aceh yang berada di atas nasional tidak dipengaruhi oleh belum disahkannya Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (RAPBA) 2013. "Secara makro inflasi yang tinggi ini bukan karena belum disahkannya RAPBA, tidak ada hubungan yang signifikan," sebut Suhaimi.
Namun, kata dia, inflasi terjadi lebih dipengaruhi oleh faktor cuaca yang terjadi dipenghujung Desember dan Januari lalu. "Ini bisa dilihat dari subsektor kelompok seperti ikan segar atau yang diawetkan. Katakanlah tongkol yang memberi andil paling tinggi terhadap inflasi, ini akibat pengaruh cuaca," jelasnya.
Sementara di Banda Aceh, ada 74 jenis barang dan jasa mengalami perubahan harga pada Januari lalu. 61 jenis menunjukkan kenaikan harga dan 13 lainnya turun.
Selain tongkol, komoditas yang memberi andil tinggi terhadap inflasi adalah daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, beras, udang basah, bawang merah, kembung, daging ayam kampung dan tomat.| AT | R | Okz|
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syeh Suhaimi menyatakan, inflasi Aceh diperoleh dari agregat angka inflasi Banda Aceh sebesar 1,22 persen dan Kota Lhokseumawe sebesar 1,75 persen.
"Laju inflasi tahun kelender 2013 untuk Kota sebesar Banda Aceh 1,22 persen, Kota Lhokseumawe 1,75 persen dan Aceh 1,47 persen. Sedangkan inflasi year on year untuk Kota Banda Aceh sebesar 1,25 persen, Kota Lhokseumawe 1,13 persen, dan Provinsi Aceh 1,19 persen," katanya pada wartawan di Banda Aceh, Jumat 1 Februari 2013. sebagaimana diberitakan okezone.com
Inflasi disumbangkan oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan, kelompok kesehatan, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, kelompok sandang, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Kenaikannya antara 0,01 hingga 4,42 persen.
"Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keungan tidak mengalami perubahan," ujar Suhaimi.
Menurutnya, angka inflasi Aceh yang berada di atas nasional tidak dipengaruhi oleh belum disahkannya Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (RAPBA) 2013. "Secara makro inflasi yang tinggi ini bukan karena belum disahkannya RAPBA, tidak ada hubungan yang signifikan," sebut Suhaimi.
Namun, kata dia, inflasi terjadi lebih dipengaruhi oleh faktor cuaca yang terjadi dipenghujung Desember dan Januari lalu. "Ini bisa dilihat dari subsektor kelompok seperti ikan segar atau yang diawetkan. Katakanlah tongkol yang memberi andil paling tinggi terhadap inflasi, ini akibat pengaruh cuaca," jelasnya.
Sementara di Banda Aceh, ada 74 jenis barang dan jasa mengalami perubahan harga pada Januari lalu. 61 jenis menunjukkan kenaikan harga dan 13 lainnya turun.
Selain tongkol, komoditas yang memberi andil tinggi terhadap inflasi adalah daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, beras, udang basah, bawang merah, kembung, daging ayam kampung dan tomat.| AT | R | Okz|

