
Acehtraffic.com - Aktivis hukum Inggris menuding Arab Saudi terlibat dalam berbagai aksi teror di Suriah, Pakistan, Afghanistan dan berbagai negara dunia.
Randy Shakespeare dalam wawancaranya dengan Alalam (18/2) mengatakan, "Arab Saudi, Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel merupakan pendukung utama terorisme di dunia."
Menyinggung pelaksanaan Konferensi Internasional Anti-Terorisme di Arab Saudi Shakespeare mengatakan, "Pelaksanaan konferensi tersebut di Saudi memang menggelikan, karena rezim yang menggelar konferensi ini adalah pendukung terorisme sebagai contoh, seratus warga Muslim Syiah yang dibunuh kemarin (17/2) di Pakistan oleh kelompok Jundullah, dan kelompok tersebut mendapat dukungan finansial dari Arab Saudi."
Ditambahkannya, "Setiap hari kita menyaksikan pembantaian massal terhadap warga Muslim di Pakistan, Afghanistan dan Suriah oleh kelompo-kelompok yang mendapat dukungan dana dari Arab Saudi."
Shakespeare menjelaskan, "Perpecahan di Timur Tengah merupakan bagian dari propaganda untuk menyulut perselisihan antarmazhab dalam masyarakat Islam. Dan Arab Saudi mendukung proses tersebut. Rezim Al-Saud rakus tidak meyakini pada demokrasi serta menentang kebebasan."
Shakespeare menegaskan, "Di Arab Saudi tidak ada kebebasan dan para pejabat negara ini menentang segala bentuk perubahan demokratis bahkan menilainya sebagai salah satu bentuk terorisme; di saat semua makar dan terorisme di kawasan Timur Tengah semuanya bersumber dari Arab Saudi."
Adapun mengenai pelaksanaan konferensi anti-terorisme itu, Shakespeare mengatakan, "Tujuannya jelas untuk mengesankan diri sebagia pendukung HAM dan kebebasan, namun pada hakikatnya rezim Al-Saud adalah pendukung terorisme dan mengucurkan dana kepada seluruh kelompok bersenjata di Timur Tengah.| AT | M | Irib |
Randy Shakespeare dalam wawancaranya dengan Alalam (18/2) mengatakan, "Arab Saudi, Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel merupakan pendukung utama terorisme di dunia."
Menyinggung pelaksanaan Konferensi Internasional Anti-Terorisme di Arab Saudi Shakespeare mengatakan, "Pelaksanaan konferensi tersebut di Saudi memang menggelikan, karena rezim yang menggelar konferensi ini adalah pendukung terorisme sebagai contoh, seratus warga Muslim Syiah yang dibunuh kemarin (17/2) di Pakistan oleh kelompok Jundullah, dan kelompok tersebut mendapat dukungan finansial dari Arab Saudi."
Ditambahkannya, "Setiap hari kita menyaksikan pembantaian massal terhadap warga Muslim di Pakistan, Afghanistan dan Suriah oleh kelompo-kelompok yang mendapat dukungan dana dari Arab Saudi."
Shakespeare menjelaskan, "Perpecahan di Timur Tengah merupakan bagian dari propaganda untuk menyulut perselisihan antarmazhab dalam masyarakat Islam. Dan Arab Saudi mendukung proses tersebut. Rezim Al-Saud rakus tidak meyakini pada demokrasi serta menentang kebebasan."
Shakespeare menegaskan, "Di Arab Saudi tidak ada kebebasan dan para pejabat negara ini menentang segala bentuk perubahan demokratis bahkan menilainya sebagai salah satu bentuk terorisme; di saat semua makar dan terorisme di kawasan Timur Tengah semuanya bersumber dari Arab Saudi."
Adapun mengenai pelaksanaan konferensi anti-terorisme itu, Shakespeare mengatakan, "Tujuannya jelas untuk mengesankan diri sebagia pendukung HAM dan kebebasan, namun pada hakikatnya rezim Al-Saud adalah pendukung terorisme dan mengucurkan dana kepada seluruh kelompok bersenjata di Timur Tengah.| AT | M | Irib |
