
Acehtraffic.com - Amerika Serikat harus menghentikan politik ancaman dan sanksi terhadap Republik Islam terlebih dahulu sebelum Iran mempertimbangkan perundingan dengan Washington.
Hal itu dikemukakan oleh Ebrahim Aqa-Mohammadi, anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Minggu (17/2). Dikatakannya bahwa Iran hanya akan berunding secara sejajar dan sesuai dengan hukum internasional.
"Amerika Serikat harus mengakui hak-hak Iran," katanya.
Pada tanggal 2 Februari lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyatakan bahwa negaranya siap untuk menggelar perundingan langsung dengan Iran soal program nuklir Tehran.
Namun empat hari setelah pernyataan tersebut, pemerintah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap Iran. Sanksi tersebut menarget sektor minyak Iran.
Pada tanggal 6 Februari, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, menolak perundingan dengan Amerika Serikat di bawah tekanan dan ancaman.| AT | M | Irib |
Hal itu dikemukakan oleh Ebrahim Aqa-Mohammadi, anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Minggu (17/2). Dikatakannya bahwa Iran hanya akan berunding secara sejajar dan sesuai dengan hukum internasional.
"Amerika Serikat harus mengakui hak-hak Iran," katanya.
Pada tanggal 2 Februari lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyatakan bahwa negaranya siap untuk menggelar perundingan langsung dengan Iran soal program nuklir Tehran.
Namun empat hari setelah pernyataan tersebut, pemerintah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap Iran. Sanksi tersebut menarget sektor minyak Iran.
Pada tanggal 6 Februari, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, menolak perundingan dengan Amerika Serikat di bawah tekanan dan ancaman.| AT | M | Irib |
