
Kairo | Acehtraffic.com - Adik dari Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri, Mohammed al-Zawahiri, memperingatkan Amerika Serikat (AS) mengenai serangan yang mereka lakukan terhadap Al Qaeda. Mohammed Zawahiri bukan anggota Al Qaeda, namun pria itu memiliki visi yang hampir sama dengan kakaknya.
"Bila AS tidak berhenti melakukan pelanggaran atau serangan, tidak hanya akan ada satu Ayman al-Zawahiri, semua warga Muslim (bisa menjadi) seperti Ayman al-Zawahiri," ujar Mohammed Zawahiri, seperti dikutip USA Today, Senin (11/2/2013).
"Hukum Syariah memerintahkan kami untuk berdamai, menunjung Islam, dan membangun peradaban. Namun bila seseorang menyerang kami, agama kami akan memerintahkan kami semua untuk menjadi mujahidin," tegasnya.
Pria yang sempat dipenjara 14 tahun karena diduga melakukan aksi teror itu telah dibebaskan seiring dengan munculnya Revolusi Mesir. Selama ini, Mohammed Zawahiri sering disebut oleh media Mesir sebagai pimpinan fraksi Salafi. Seperti diketahui, fraksi Salafi merupakan salah satu fraksi garis keras.
Sejauh ini, pembebasan dari Mohammed Zawahiri yang konon kabarnya pernah berkunjung ke Indonesia itu tidak pernah dijelaskan dengan rinci oleh Pemerintah Mesir. Adik termuda dari Pemimpin Al Qaeda itu juga sempat dijatuhi vonis mati, namun berhasil meloloskan diri.
Pada September lalu, Mohammed Zawahiri berkomentar mengenai aktivitas kakaknya selama ini. Mohammed menyebut kakaknya sama sekali tidak mendukung aksi teror.
"Rekan-rekan kami (Al Qaeda) seperti sudah mati. Kami tidak ingin kekerasan ini terus berulang, kami ingin semuaya hidup secara damai. Gambaran ideologi kakak saya dan saya, mengenai ideologi haus darah, barbar, atau teroris, sama sekali tidak benar," ujar Mohamed Zawahiri dalam wawancaranya dengan CNN tepat pada Peringatan 11 Tahun Tragedi 9/11.| AT | M | OZ |
"Bila AS tidak berhenti melakukan pelanggaran atau serangan, tidak hanya akan ada satu Ayman al-Zawahiri, semua warga Muslim (bisa menjadi) seperti Ayman al-Zawahiri," ujar Mohammed Zawahiri, seperti dikutip USA Today, Senin (11/2/2013).
"Hukum Syariah memerintahkan kami untuk berdamai, menunjung Islam, dan membangun peradaban. Namun bila seseorang menyerang kami, agama kami akan memerintahkan kami semua untuk menjadi mujahidin," tegasnya.
Pria yang sempat dipenjara 14 tahun karena diduga melakukan aksi teror itu telah dibebaskan seiring dengan munculnya Revolusi Mesir. Selama ini, Mohammed Zawahiri sering disebut oleh media Mesir sebagai pimpinan fraksi Salafi. Seperti diketahui, fraksi Salafi merupakan salah satu fraksi garis keras.
Sejauh ini, pembebasan dari Mohammed Zawahiri yang konon kabarnya pernah berkunjung ke Indonesia itu tidak pernah dijelaskan dengan rinci oleh Pemerintah Mesir. Adik termuda dari Pemimpin Al Qaeda itu juga sempat dijatuhi vonis mati, namun berhasil meloloskan diri.
Pada September lalu, Mohammed Zawahiri berkomentar mengenai aktivitas kakaknya selama ini. Mohammed menyebut kakaknya sama sekali tidak mendukung aksi teror.
"Rekan-rekan kami (Al Qaeda) seperti sudah mati. Kami tidak ingin kekerasan ini terus berulang, kami ingin semuaya hidup secara damai. Gambaran ideologi kakak saya dan saya, mengenai ideologi haus darah, barbar, atau teroris, sama sekali tidak benar," ujar Mohamed Zawahiri dalam wawancaranya dengan CNN tepat pada Peringatan 11 Tahun Tragedi 9/11.| AT | M | OZ |
