News Update :

12 Tim Arung Jeram Unsyiah Kembali Dengan Selamat

Senin, 04 Februari 2013


Gayo Lues | acehtraffic.com- Sebanyak 12 anggota tim ekspedisi arung jeram dari Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Syiah Kuala (Mapala Unsyiah) Banda Aceh yang sebelumnya sempat diberitakan tersesat, putus kontak, atau bakan hilang, pada Minggu 3 Februari 2013 pagi kemarin seluruhnya sudah berkumpul bersama anggota tim ekspedisi lainnya di Aula Kantor Camat Terangun, Gayo Lues (Galus).

“Mereka yang 12 orang itu, terdiri atas sebelas mahasiswa dan satu mahasiswi, dijemput dari Desa Terlis naik mobil double cabin milik BPBD Galus pada Sabtu (2/2) malam dan baru tiba di Mapolsek Terangun, Minggu 3 Februari 2013 pukul 01.00 dini hari. 

Alhamdulillah, seluruh mereka selamat. Sekarang sudah berkumpul di aula kantor camat,” kata Danramil Terangun, Lettu Darno, kepada Serambi, Minggu (3/2).

Sebelumnya, 12 anggota Tim Mapala Unsyiah itu putus kontak dengan posko utama di Desa Naga, Kecamatan Terangun, Galus. Bukan cuma putus kontak, mereka juga dikabarkan tak lagi diketahui titik koordinatnya setelah ekspedisi arung jeram mereka kandas.

Dua perahu tim ekspedisi itu terbalik di kawasan Pantan Kela, Kamis (31/1) lalu, sehingga dua orang dilaporkan hilang, yaitu Jaksin dan Eko. Baru belakangan diketahui bahwa mereka kesasar dan terpisah dari rekan-rekannya saat menelusuri perahu logistik yang hanyut sebelumnya.

Awalnya, tim ekspedisi ini terdiri atas 26 orang. Meliputi Tim Mapala Unsyiah, kru TV One bersama Tim PAZI Medan dan Jakarta. Ekspedisi ini menyusuri Sungai Kala Tripe, Kabupaten Galus, dengan target akan sampai ke Aceh Barat Daya (Abdya).

Namun, dua perahu mereka, salah satunya mengangkut logistik, terbalik di kawasan Pantan Kela, Kamis lalu. Ini menyebabkan misi mereka berantakan dan terpaksa dihentikan. Terlebih karena Sungai Kala Tripe yang akan mereka lintasi lebih berisiko medannya dibanding Pantan Kela.

Peristiwa di Pantan Kela itu membuat tim ekspedisi itu terpisah menjadi dua bagian. Sebagian dari anggota Tim Mapala Unsyiah yang sebelumnya sudah berkumpul di posko kawasan Naga, Kecamatan Terangun, diduga pergi dari posko mencari makanan dan permukinan penduduk terdekat. Ujung-ujungnya, mereka pun hilang kontak dengan tim lainnya.

Tim di posko utama akhirnya mengabarkan kepada polisi dan TNI di kawasan itu bahwa teman-teman mereka satu ekspedisi belum kembali ke posko. Berdasarkan laporan itu dilakukan penyisiran oleh aparat TNI, Polri, dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Galus. Pencarian difokuskan di lereng pegunungan maupun di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kala Tripa, tempat yang sebelumnya mereka lintasi.

Namun, ke-12 anggota tim ekspedisi itu ditemukan oleh tim yang melakukan pencarian di kawasan Desa Terlis, Kecamatan Terangun | AT | R |Serambi|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016