

Kepala
Dishutbun, Syahri, SP selaku ketua panitia acara peresmian dan peusijeuk alat
transportasi untuk Polhut tersebut melaporkan bahwa 1 unit boat tersebut
menjelaskan bahan boat tersebut dari kayu bukan dari fiber.

“Mengapa
boat terbuat dari bahan kayu, kenapa tidak menggunakan fiber seperti yang
ditanyakan Bapak Iskandar yang menyebutkan kalau menggunakan fiber lebih lincah
di air. Disebabkan, minimnya anggaran untuk pengadaan boat berbahan fiber.”
Kata Syahri.
Menurut
Syahri hutan dikawasan pesisir yang merupakan habitat mangrove marak dirambah
oleh perambah yang berasal dari luar Aceh. Selain itu, 3 unit sepmor trail
sebagai sarana transportasi darat untuk pengamanan kawasan hutan pesisir
diperuntukkan untuk petugas polhut kawasan Manyak Payed, Banda Mulia, Bendahara
dan Seruwai.
Ditempat
yang sama, Wakil Bupati, Iskandar Zulkarnain mengatakan, dengan adanya alat
transportasi air dan darat tersebut yang gunanya untuk pengamanan hutan kawasan
pesisir dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Dengan
adanya boat dan trail ini, diharapkan petugas polhut dapat mengamankan hutan
kawasan pesisir ini. Sebab, mangrove merupakan sumberdaya hayati yang
didalamnya terdapat habitat berbagai flora dan fauna yang dapat menambah income
(pendapatan) bagai masyarakat yang bertempat tinggal dikawasan mangrove.” Kata
Iskandar | AT | RD | NAJWA|

