California | acehtraffic.com –
Wah ini benar –benar menantang bagi para hacker, dan menjadi tempat yang baik
untuk menguji kemampuan, beberapa media memberitakan Google baru-baru ini
mengumumkan kontes untuk para hacker bertajuk Pwnium yang digelar ketiga
kalinya. Kamis 31 Januari 2013
Dalam kontes ini, katanya
mengharuskan hacker menjebol atau crack sistem operasi (OS) Chrome dan
memenangkan hadiah USD3,14159 juta.
Sebagaimana dilansir Theregister,
Selasa 29 Januari 2013, kontes ini akan diselenggarakan pada 7 Maret 2013
mendatang.
Dalam kontes itu Hacker
diharuskan menembus sistem operasi Chrome pada spesifikasi dasar Samsung
Chromebook 550 yang dilengkapi fitur WiFi.
Bila ada yang mampu, Google
menawarkan ratusan dollar untuk kategori pencapaian hacker tertentu, mulai dari
USD110.000 dan USD150.000. Untuk dapat memenangkan hadiah uang tunai, seorang
peneliti harus memberikan Google daftar lengkap dari kerentanan yang digunakan
dalam serangan, serta kode yang digunakan.
"Kami percaya hadiah besar
merefleksikan tantangan tambahan. Tantangan ini melibatkan penyerangan
pertahanan keamanan Chrome OS, dibandingkan dengan sistem operasi
tradisional," tutur Chris Evans dari tim keamanan Google Chrome.
Google telah mensponsori kontes
hacking lainnya di konferensi, Pwn2Own. Kontes ini berhadiah USD100.000 serta
tambahan hadiah laptop bagi hacker yang berhasil meretasnya.
Raksasa mesin pencari ini juga
menawarkan hadiah USD1 juta untuk kontes Pwnium. Kabarnya, Google yang
meluncurkan Chrome OS diperkuat dengan kemampuan keamanan terkuat.
Sistem operasi ini hadir dengan
perpaduan modul hardware dan software yang dikemas dalam mesin, di mana teknik
serangan saat ini sulit untuk menjebolnya.
Di beberapa kesempatan kemampuan
ilmu Hacker tidak bisa di anggap sepele, pasalnya bila ia berniat iseng atau
ada niat tertentu situs berita dengan mudah dapat diretas.
Di Indonesia baru-baru ini Wildan
Yani S (22) lulusan sekolah teknik menengah (STM) jurusan teknik sipil meretas
situs www.presidensby.info, setelah
tertangkap kepada media mengaku belajar meretas secara otodidak atau belajar
sendiri.
Polisi menyodor pasal Pasal 22
huruf B Undang-Undang 36/1999 tentang Telekomunikasi dan Pasal 30 ayat 1, ayat
2, dan atau ayat 3, jo Pasal 32 ayat 1 UU No 11/2008 tentang Internet dan
Transaksi Elektronik (ITE).
Anggota Komisi I dari Fraksi
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Kompas Rabu, 30 Januari 2013 meminta agar peretas situs
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wildan Yani Ashari diberikan beasiswa.
Menurutnya, aksi yang dilakukan Wildan seharusnya disikapi dengan arif dan
bijaksana.
"Hacker muda, Wildan ini
harusnya kita dekati secara arif dan bijaksana. Dia berkompeten, tapi karena
tidak terbina malah bukannya menjaga keamanan," ujar Mardani, (Kompas Rabu 30
Januari 2013), di gedung Kompleks Parlemen Senayan. Ia pun menyarankan agar
Wildan diberikan beasiswa untuk menambah bakat yang dimilikinya.
"Saya menyarankan beliau dibina dan
diberi beasiswa," katanya. Namun, usul Mardani itu ditentang oleh Menteri
Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. Menurut Tifatul, kasus ini tengah
ditangani aparat kepolisian."Ini lagi diproses di kepolisian, kok
diberikan beasiswa.
Peretasan situs pemerintahan ini
merupakan alarm bagi cyber security kita. Bagi Amerika saja ini ancaman," |
AT | RD | Berbagai Sumber |

