Sumbawa | acehtraffic.com- Polisi menangkap 90 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan di
Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa kemarin. Kapolri Jenderal
Timur Pradopo mengatakan, ke-90 orang tersebut merupakan warga sipil.
"Mereka yang sudah ditangkap itu dalam pemeriksaan untuk kemudian
dilakukan langkah-langkah penegakan hukum," kata Timur di Istana Negara,
Jakarta, Rabu 23 Januari 2013.
Dia juga menambahkan, kondisi daerah Sumbawa dan sekitarnya dipastikan sudah kondusif, sejak pagi tadi.
Timur menjelaskan motif kerusuhan berdasarkan laporan yang dia terima dari lapangan. Kerusuhan, imbuhnya, dipicu kabar pembunuhan dan perkosaan yang dilakukan salah satu anggota Polri kepada kekasihnya.
"Kebetulan ini kan kecelakaan tunggal yang menyebabkan korban meninggal dunia dan polisinya sekarang luka berat di rumah sakit. Itu kejadian sebenarnya. Jadi saya minta masyarakat khususnya di wilayah Sumbawa jangan terpancing dengan isu-isu seperti itu," ujarnya.
Hingga saat ini tercatat 35 rumah dibakar dalam kerusuhan yang terjadi kemarin. Aksi pembakaran juga terjadi pada satu tempat ibadah, Hotel Tambora, Pasar Seketeng, dua toko, dua swalayan, serta sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.
"Kebetulan ini kan kecelakaan tunggal yang menyebabkan korban meninggal dunia dan polisinya sekarang luka berat di rumah sakit. Itu kejadian sebenarnya. Jadi saya minta masyarakat khususnya di wilayah Sumbawa jangan terpancing dengan isu-isu seperti itu," ujarnya.
Hingga saat ini tercatat 35 rumah dibakar dalam kerusuhan yang terjadi kemarin. Aksi pembakaran juga terjadi pada satu tempat ibadah, Hotel Tambora, Pasar Seketeng, dua toko, dua swalayan, serta sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.
Tak hanya itu, minimarket dan ruko-ruko juga dijarah. Penjarahan terjadi di tiga titik di kota Sumbawa.| AT | R | VIVA |

