
Acehtraffic.com - Tingkat polusi di Beijing, ibukota Cina telah mencapai batas bahaya dan bahkan sirkulasi udara di dalam gedung dan bangunan juga tidak sehat.
FNA (13/1) mengutip Russia Today melaporkan, pusat-pusat prakiraan cuaca resmi dan sejumlah lembaga tidak resmi menyebutkan bahwa polusi di ibukota Cina telah melampaui batas yang telah ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintah dan lembaga terkait menyatakan, debu dan serbuk batu bara serta asap kendaraan merupakan faktor utama polusi di Beijing.

Berdasarkan berbagai laporan, debu dan asap tebal selama beberapa hari menyelimuti Beijing. Namun pada hari Sabtu (12/1) tingkat polusi semakin parah dan bahkan memperpendek jarak penglihatan hanya 200 meter. Sedemikian parah polusi di Beijing sehingga sirkulasi udara di dalam gedung juga dinyatakan tidak sehat.
Berdasarkan berbagai laporan, tingkat konsentrasi partikel udara 2.5 micron telah mencapai 845 micron per kubik meter dan turun di bawah 700 pada tengah malam.

Partikel-partikel 2,5 mikron atau lebih kecil ini, dianggap paling berbahaya bagi kesehatan karena dapat dengan mudah menembus dalam jaringan tubuh manusia.
Angka polusi di Beijing telah mencapai 35 kali lipat lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Angka partikel di atas 100 dianggap berbahaya bagi kelompok sensitif sementara angka diatas 300 diklasifikasikan sebagai "kondisi darurat" dan berpotensi "sangat berbahaya" bagi siapa saja yang menghirupnya.
Warga Beijing menyatakan bahwa mereka menghirup udara seperti bau ban terbakar dan bahan kimia pembersih industri. Bahkan banyak yang menyatakan seperti bernafas di belakang knalpot mobil.| AT | M | Irib |
FNA (13/1) mengutip Russia Today melaporkan, pusat-pusat prakiraan cuaca resmi dan sejumlah lembaga tidak resmi menyebutkan bahwa polusi di ibukota Cina telah melampaui batas yang telah ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintah dan lembaga terkait menyatakan, debu dan serbuk batu bara serta asap kendaraan merupakan faktor utama polusi di Beijing.

Berdasarkan berbagai laporan, debu dan asap tebal selama beberapa hari menyelimuti Beijing. Namun pada hari Sabtu (12/1) tingkat polusi semakin parah dan bahkan memperpendek jarak penglihatan hanya 200 meter. Sedemikian parah polusi di Beijing sehingga sirkulasi udara di dalam gedung juga dinyatakan tidak sehat.
Berdasarkan berbagai laporan, tingkat konsentrasi partikel udara 2.5 micron telah mencapai 845 micron per kubik meter dan turun di bawah 700 pada tengah malam.

Partikel-partikel 2,5 mikron atau lebih kecil ini, dianggap paling berbahaya bagi kesehatan karena dapat dengan mudah menembus dalam jaringan tubuh manusia.
Angka polusi di Beijing telah mencapai 35 kali lipat lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Angka partikel di atas 100 dianggap berbahaya bagi kelompok sensitif sementara angka diatas 300 diklasifikasikan sebagai "kondisi darurat" dan berpotensi "sangat berbahaya" bagi siapa saja yang menghirupnya.
Warga Beijing menyatakan bahwa mereka menghirup udara seperti bau ban terbakar dan bahan kimia pembersih industri. Bahkan banyak yang menyatakan seperti bernafas di belakang knalpot mobil.| AT | M | Irib |
