
Acehtraffic.com - Muhibbullah Sharif, analis politik Afghanistan menekankan penentangan warga negara pendudukan itu terhadap pemberian kekebalan hukum kepada para marinir Amerika Serikat yang bertugas di Afghanistan.
Menurut Sharif, para warga dan pejabat tinggi Afghanistan menentang keras pemberian kekebalan hukum kepada marinir Amerika Serikat, karena mereka telah berlumuran darah warga sipil Afghan dan harus diadili sesuai dengan undang-undang Afghanistan.
Sharif menilai upaya Amerika Serikat mengantongi kekebalan hukum untuk para marinirnya berarti para tentara Amerika Serikat itu dapat melakukan kejahatan brutal apapun tanpa rasa takut akan terjerat hukum.
Ditambahkannya bahwa sejak awal Amerika Serikat secara terselubung telah memberlakukan cara-cara ini, namun sekarang masalahnya mengemuka ke permukaan secara resmi.
"Gedung Putih beranggapan bahwa rakyat Afghanistan akan menerima permintaan tersebut dalam rangka menentang kelompok-kelompok bersenjata. Akan tetapi mereka tidak menyadari bahwa jika seandainya pemerintah Afghanistan mengabulkan tuntutan irasional itu, maka Kabul harus menebus mahal keputusannya," jelasnya.
Menyinggung pernyataan Presiden AS Barak Obama soal perubahan misi militernya di Afghanistan Serikat mulai musim semi mendatang, Sharif mengatakan, "Ini bukan hal baru, sebelumnya kami juga pernah mendengar ungkapan tersebut. AS menyadari bahwa kehadiran militernya di Afghanistan tidak menguntungkannya dan oleh karena itu menggunakan cara ini untuk mencari jalan keluar.| AT | M | Irib |
Menurut Sharif, para warga dan pejabat tinggi Afghanistan menentang keras pemberian kekebalan hukum kepada marinir Amerika Serikat, karena mereka telah berlumuran darah warga sipil Afghan dan harus diadili sesuai dengan undang-undang Afghanistan.
Sharif menilai upaya Amerika Serikat mengantongi kekebalan hukum untuk para marinirnya berarti para tentara Amerika Serikat itu dapat melakukan kejahatan brutal apapun tanpa rasa takut akan terjerat hukum.
Ditambahkannya bahwa sejak awal Amerika Serikat secara terselubung telah memberlakukan cara-cara ini, namun sekarang masalahnya mengemuka ke permukaan secara resmi.
"Gedung Putih beranggapan bahwa rakyat Afghanistan akan menerima permintaan tersebut dalam rangka menentang kelompok-kelompok bersenjata. Akan tetapi mereka tidak menyadari bahwa jika seandainya pemerintah Afghanistan mengabulkan tuntutan irasional itu, maka Kabul harus menebus mahal keputusannya," jelasnya.
Menyinggung pernyataan Presiden AS Barak Obama soal perubahan misi militernya di Afghanistan Serikat mulai musim semi mendatang, Sharif mengatakan, "Ini bukan hal baru, sebelumnya kami juga pernah mendengar ungkapan tersebut. AS menyadari bahwa kehadiran militernya di Afghanistan tidak menguntungkannya dan oleh karena itu menggunakan cara ini untuk mencari jalan keluar.| AT | M | Irib |
