News Update :

Mengikuti Keinginan “Si Agam Kloe “ Dapat Mengancam Jabatan Dan Karir

Kamis, 24 Januari 2013


(Sssssiiiiissttt...Kata Disino Hanjeut peugah-peugah)....... atau si AgamKloe (Si Agam Tuli, Agam Buta) adalah bahasa Aceh bila diartikan dengan bahasa Indonesia adalah buah. Dan bila kita ingin menyebutnya dengan bahasa Inggris fruit adalah artinya buah-buahan.


Namun buah disini dimaksudkan untuk menyebutkan kelamin pria, atau lebih manis biar jangan di anggap vulgar, tidak sopan, walaupun inilah bahasa Aceh sebenarnya untuk penyebutan kelamin pria, tetapi mungkin ada yang menganggap kurang etis menyebutkan dengan bahasa sebenarnya, atau mengatakan dengan  sebenarnya sebutan dalam bahasa daerah, maka juga kita sebutkan dalam bahasa arab yaitu  Zakar.


Maka mengingat dan menimbang lebih baik kita gantikan dengan penyebutan Si Agam Kloe. Kiban cocok?

Si Agam Kloe bila dibahasakan dengan bahasa indonesia halus adalah kemaluan. Kemaluan artinya unsurnya ada malunya. Maka secara agama dan adat serta kehidupan sosial di Indonesia tidak di ijinkan menampakkan si Agam Kloe  atau kemaluan di depan umum, karena itu memalukan.


Efek dari salah penggunaan Si Agam Kloe atau kemaluan sangatlah banyak, salah satunya bisa menyebabkan timbulnya berbagai. Seperti penyakit berbahaya dan mematikan, HIV/AIDS,  penyebaran juga salah satunya lewat benda ini.


Si Agam Kloe atau kemaluan pria memiliki struktur kepala, badan dan pangkal. Namun dia memiliki kekurangan bila diartikan dengan nama berdasarkan strukturnya, karena kepalanya tidak seperti layaknya kepala yang lain, artinya kalau kepala yang lain mungkin sudah bisa di pastikan memiliki otak, dan otak adalah alat untuk berpikir.


Tapi kepala dalam struktur Si Gam Kloe ini dia sepertinya tidak bisa berpikir. Dan operasinya diatur oleh kepalanya manusia sebagai operatornya. Maka dari itu kata lain untuk penyebutan ini di Aceh untuk memperhalus sering menyebutnya dengan “Si Agam Kloe” artinya si Agam Tuli, atau si Agam Tuli. Kenapa di sebukan tuli, karena ia tidak bisa mendengar dan tidak bisa melihat.


Jelas sudah bahwa kepalanya Agam Kloe  tidak bisa berpikir sendiri. Walaupun bila ia melakukan sesuatu yang melengceng kerap membahayakan, dan memalukan.  Dalam agama islam unsur ini termasuk salah satu yang di wanti –wanti penggunaan dan pengoperasiannya oleh si OPERATOR .


Kenapa?


Karena didalam agama telah mengkaji efek dan dampak dari kelakukan si Agam Kloe,  bila salah dalam penggunaannya, maka kan ber-akibat fatal.  Maka agama telah melarang dan memberi warning terhadap penggunaannya. Misalnya ada pesan dalam ayat Al-Qur’an yang menyebutkan “Wala takrabut zina” jangan kau dekati zina”


Pesan ini disampaikan kepada manusia supaya tidak mendekati pekerjaan yang mendekati Zina, zina besar justru erat kaitan dengan si Agam Kloe,  atau kemaluan. Kenapa disebutkan Zina sudah pasti bagi manusia yang tidak memiliki ikatan yang sah atau sudah menikah.


Agam Kloe atau kemaluan juga bakal mengancam berbagai sudut kehidupan manusia. Banyak orang menyebutkan bila seseorang larut dalam menyenangkan Si Agam Kloe dengan bukan pasangan yang sah, maka dia akan mengalami kemunduran.


Misalkan ia seorang pria intelektual, maka jika terlalu menuruti keinginan atau nafsu “si Agam Kloe” maka ke-intelektual nya kan berkurang.


Dan begitu juga pria yang sudah memiliki istri yang sah, bila mengikuti nafsunya, maka resiko yang pertama adalah rumah tangganya akan ribut tidak tenteram dan terancam penceraian.


Selain itu ada sejumlah resiko yang lain, seperti kondisi ekonominya akan terkuras, terancam terjangkit penyakit berbahaya, kehidupan nya akan hambar tanpa arah.


Bukan itu saja, mengikuti keinginan “Agam Kloe” juga akan berdampak besar pada karir, misalnya ada kecenderungan melakukan hubungan dengan wanita lain tanpa ikatan pernikahan. Bila publik tahu atau melihat serta parahnya lagi bila vidionya kelakuan itu tersebar,  karir akan langsung jatuh dan menimbulkan cemooohan.


Dalam konteks ini banyak kasus di temukan gara-gara OPERATOR (Kepala Individu manusia) yang tidak sanggup mengendalikan keinginan nafsunya “Agam Kloe”  maka kehancuran akan ikut berbarengan dengan nya.


Ada contoh terbaru, Bupati Garut Jawa Barat Aceng Fikri jabatan dia terganggu toh gara –gara  dan nasib jabatan bupatinya kini berada di ujung tanduk, toh soal yang berhubungan arah –arah sono.


Nikah siri yang di praktikkan Bupati Aceng dianggap agak aneh pasalnya Bupati Aceng menikahi Fani pada 16 Juli 2012 dan menceraikannya melalui pesan singkatatau SMS empat hari kemudian.  Begitu dilakukan kepada mantan istri siri lainnya, Shinta larasati (22), dari Karawang dan dua bulan kemudian di ceraikan lewat SMS [Kompas Selasa, 4 Desember 2012]


Secara agama memang banyak yang berpendapat nikah siri itu sah. Tetapi kelakuan bupati Garut yang nikah kilat serta menceraikan secara kilat juga menimbulkan pandangan lain, dan melanggar aturan-aturan yang lain.
Apalagi ada keterangan –keterangan yang menyebutkan sering gonta ganti pasangan lawan jenis. (Kamis, 06 Desember 2012 Tempo,co )

Hingga sejumlah organisasi perempuan dan anak juga mengutuk tindakan mantan juragan ayam ini, dan kelakuannya dianggap melanggar undang- undang.


Dan akhirnya -----mu--ngkin -mungkin--- gara –gara terlalu mengikuti keinginan “si Agam Kloe “ inilah sampai –sampainya  DPRK Garut mengusul ke Mahkamah Agung agarbupati Garut  lengser dari jabatannya. Dan mahkamah Agung telah menerima usulan tersebut.


Tentunya melepas jabatan bupati merupakan hal yang pahit, jabatan terhormat, menjamin kehidupan serta ada yang memayungi dan melayani, merupakan dambaan sebagian besar manusia.


Namun Bupati Aceng gara-gara terjerat kasus yang agak berhubungan dengan “Si Agam Kloe”. Kini hanya tinggal menunggu waktu untuk melepas segala fasilitas yang enak dan empuk yang dirasakan selama ini.


Maka, segala tindakan dan perilaku yang dilakukan Si AgamKloe, bukanlah kesalahan dia, maka jika kita anggap itu adalah kesalahan dia? Maka kembalilah ke pasal satu, yaitu Si Agam Klo tidak pernah bersalah.


Lalu siapa yang bersalah ? etiskah kita  salah kan si Agam Kloe?


Mungkin dapat kita tarik kesimpulan segala tindak tanduk, baik dan buruk  “ SI AGAM KLOE” ada pada pengemudinya atau OPERATORNYA ..............? ! [R]

Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016