News Update :

Laporan Inflasi China Seret Penurunan Harga Minyak

Sabtu, 12 Januari 2013



New York | acehtraffic.com - Minyak mentah langsung turun begitu laporan tentang percepatan inflasi di China keluar. Harga minyak mentah di London dan New York terus turun dalam empat bulan terakhir.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari turun 26 sen menjadi USD93,56 per barel di New York Mercantile Exchange. Akhir pekan kemarin, volume perdagangan berada di 12 persen di atas rata-rata 100 hari.  

Futures juga ikut naik 0,5 persenatau minggu kelima berturut-turut di USD93,82 atau di level tertinggi sejak 18 September 2012.

Sementara minyak Brent untuk pengiriman Februari turun USD1,25, atau 1,1 persen ke USD110,64 per barel di pasar Futures yang berbasis di London ICE Europe Exchange. Volume perdagangan 35 persen di atas rata-rata 100-hari.

"Jika inflasi China terjadi lebih cepat, mungkin akan ada sedikit stimulus yang akan meredakan permintaan minyak di China. Harus ada banyak minyak yang menuju ke Pantai Teluk," ungkap Direktur Riset Tradition Energy Addison Armstrong dilansir Bloomberg, Sabtu 12 Januari 2013.

Selain inflasi, indeks harga konsumen di China naik 2,5 persen dari Desember tahun 2011 lalu.

"Mungkin reaksi ini berlebihan. Bisa juga kenaikan inflasi ini karena musim dingin," tambah Strategic Energy dan Economic Research Michael Lynch.

China, memang negara konsumen minyak terbesar kedua setelah AS. China menyumbang 11 persen dari permintaan minyak global tahun 2011 lalu. | AT | H | OK |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016