
Teheran | acehtraffic.com - Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan misi sukses pesawat ruang angkasa Pishgam (Pioneer), yang berhasil membawa monyet ke luar angkasa, merupakan langkah pertama bagi Iran untuk mengirim manusia ke ruang angkasa.
"Mengirim pesawat ruang angkasa dan mengembalikannya adalah langkah pertama untuk mengirimkan manusia ke ruang angkasa pada tahap selanjutnya," kata Vahidi pada hari Senin, seperti dikutip dari PressTV.
Pada hari Senin, Iran meluncurkan pesawat ruang angkasa Pishgam (Pioneer), yang berhasil menyelesaikan misi pada orbit dengan ketinggian 120 kilometer, dan kembali ke Bumi dengan selamat.
Iran mengirim bio-kapsul pertamanya yang bermuatan makhluk hidup ke luar angkasa pada bulan Februari 2010, dengan menggunakan roket pembawa Kavoshgar 3 (Discoverer 3).
Negara itu berhasil meluncurkan satelit pengolahan data buatan pertamanya, Omid, ke orbit pada tahun 2009.
Sebagai bagian dari rencana pengembangan program luar angkasa, Iran berhasil meluncurkan satelit kedua, yang dijuluki Rassad (Observation), ke orbit bumi pada bulan Juni 2011. Misi Rassad adalah untuk mengambil gambar Bumi dan mengirimkannya bersama dengan informasi telemetri ke stasiun bumi.
Iran juga mengirimkan satelit buatan asli Navid-e Elm-o Sanat (Harbinger of Science and Industry) ke orbit pada bulan Februari 2012.
Iran adalah salah satu dari 24 anggota pendiri Komite PBB tentang Penggunaan Antariksa secara Damai, yang didirikan pada tahun 1959.
Menteri pertahanan Iran mengatakan Iran juga akan meresmikan observatorium ruang negara itu, yang dinamai Imam Syiah keenam, Imam Sadeq, pada bulan Februari. | AT | Z | PressTV
