
Aljir | acehtraffic.com - Saksi mata di Aljazair mengatakan bahwa setidaknya tiga orang kehilangan nyawa mereka dan tiga lainnya mengalami luka-luka dalam serangan terhadap jaringan pipa gas di bagian tenggara negara Afrika itu.
Serangan itu terjadi pada hari Senin di Djebahia, sebuah kota yang terletak sekitar 120 kilometer sebelah timur ibukota Algiers. Menurut laporan itu yang menjadi korban adalah bagian dari satuan bersenjata melindungi jaringan pipa gas tersebut. Penduduk setempat mengatakan kelompok radikal berada di balik kekerasan pada hari Senin.
Insiden itu terjadi hampir dua minggu setelah serangan mematikan di sebuah pabrik gas di selatan gurun Sahara. Serangan itu terjadi di ladang gas Amenas saat pengepungan penyanderaan yang berakhir dengan kematian hampir 40 orang - kebanyakan dari mereka adalah orang asing. Pelaku kekerasan itu diduga dilakukan oleh pria bersenjata yang telah menyusup ke Aljazair dari Mali.
Aljazair telah mengizinkan pesawat tempur Prancis menggunakan wilayah udaranya untuk meluncurkan serangan udara di bagian utara Mali, yang dikendalikan oleh pejuang.
Perancis meluncurkan perang melawan Mali dengan dalih menghentikan kemajuan para pejuang di negara Afrika itu pada tanggal 11 Januari. Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Belgia, Jerman dan Denmark telah menyuarakan dukungan bagi perang Prancis di Mali.
Para pengamat percaya bahwa motif eksploitasi sumber daya yang belum dimanfaatkan termasuk minyak, emas serta uranium di wilayah tersebut berada di balik kampanye militer multinasional di Mali. | AT | Z | PressTV
