Langsa |
acehtraffic.com- Gerakan gotong royong yang selama ini di motori langsung oleh
Wali kota Langsa Usman Abdullah, SE, mendapat sambutan positif dari warga Kota
Langsa. Namun masih ada juga warga yang
mengabaikannya intruksi dengan tujuan memperindah kota itu. Buktinya lorong
pemadam disamping warung Segar jalan
Sultan Iskandar Muda terlihat bersampah,becek dan subur. Minggu 30 Desember
2012
Berdasarkan
amatan reporter acehtraffic.com lorong (Gang pemadam kebakaran) yang terletak
di samping warung segar tersebut dalam kondisi becek dan tergenang air, tanah
terlihat berlumut hijau dan subur, dan
adanya tumpukan sampah.
Kondisi
itu sepertinya sengaja dibiarkan, pasalnya
genangan tersebut tidak terlihat
ada jalur atau saluran pembuang air baik dimuka maupun di belakang, kondisi itu
mengeluarkan bau tidak sedap.
Bahkan
beberapa orang yang hamper tiap hari mangkal dikawasan itu menyebutkan genangan
dan becek tersebut bertambah parah lagi dengan adanya orang yang menabur pupuk,
sehingga tanah dilorong tersebut bertambah becek dan subur.
Salah
seorang warga yang menolak disebutkan namanya kepada wartawan mengatakan dulunya gang ( lorong) ini bersih bahkan
pernah di semen oleh pemilik warung segar namun dalam beberapa bulan ini semen
tersebut setengahnya sudah di hancurkan.
“Kami tidak
tau itu kenapa, sekarang bagaikan kubangan kerbau akibat tumpukan sampah
dan air yang tergenang, Lubang saluran pembuangan air pun sudah di tutup,”
Geuchik
Kota Langsa Syarifuddin atau sering di panggil Pak din saat di komfirmasi
wartawan mengatakan pihak perangkat desa sudah sering menerima laporan dari
warga tentang tumpukan sampah dan bau busuk itu.
Menurutnya
itu terjadi akibat perseteruan antara pemilik warung segar dan pemilik rumah toko ( ruko ) di sebelah
nya, disatu pihak mengklaim bahwa lorong tersebut sebelahnya adalah milik dia, bahkan kami dari
aparat Gampoeng sudah berusaha memediasi namun tidak berhasil. ”Perseteruan tersebut sudah lama terjadi
sebelum saya menjabat Geuchik,” Ujar Syarifuddin
Berdasarkan
informasi yang diterima acehtraffic.com, lorong tersebut bukanlah milik
pribadi, tetapi lorong tersebut adalah lorong yang sengaja dibuat untuk jalur
pemadam kebakaran di tengah pertokoan padat untuk kepentingan umum, namun
karena konflik pribadi membuat lorong tersebut seperti kubungan hingga
mengeluarkan bau tidak sedap.
Kiban Nyan Pak Wali ? Na Solusi ? | AT | RD | AB|
