
Nairobi | acehtraffic.com - Setidaknya enam orang terluka dalam serangkaian ledakan bom melanda kawasan yang didominasi imigran Somalia distrik Eastleigh di Nairobi ibukota Kenya, menurut pejabat setempat, seperti dikutip dari PressTV, Senin, 17 Desember 2012.
Palang Merah Kenya mengatakan pada hari Minggu bahwa setidaknya tiga granat dilemparkan secara terpisah dari sebuah kendaraan yang melaju.
Sejauh ini belum ada kelompok atau individu yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Ledakan tersebut menyusul serangan granat baru-baru ini di luar sebuah masjid yang menyebabkan tiga orang tewas dan 37 lainnya terluka, termasuk anggota parlemen Muslim.
Selain itu, ledakan bom pinggir jalan terbaru di distrik Eastleigh menewaskan satu orang dan melukai beberapa orang lainnya. Bulan lalu, ledakan bom di sebuah bus merenggut nyawa setidaknya sembilan orang.
Kenya mengalami serangkaian serangan dan sering menyalahkan kelompok al-Shabab jaringan yang terkait dengan Al-Qaeda, karena menginvasi Somalia tahun lalu.
Kenya mengirim tentaranya ke perbatasan masuk ke dalam wilayah Somalia yang dilanda konflik pada Oktober lalu untuk mengejar militan al-Shabab, karena kelompok tersebut dituduh berada di balik penculikan beberapa orang asing di wilayahnya.
Somalia tidak memiliki pemerintah pusat yang efektif sejak tahun 1991, ketika komandan perang menggulingkan mantan diktator Mohamed Siad Barre.
Pemerintahan transisi yang didukung Barat di Mogadishu yang lemah telah memerangi al-Shabab selama lima tahun terakhir, dan disangga oleh kekuatan pasukan Uni Afrika dari Uganda, Burundi, dan Djibouti.
Angkatan Pertahanan Kenya (KDF) resmi bergabung dengan Misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM) pada tanggal 6 Juli dalam upaya mengamankan perdamaian dan stabilitas di negara tetangga yang dilanda perang. | AT | Z | PressTV
