Betapa sayangnya pengangguran atau orang tak berpendapatan, bila negara
tercinta kita ini, Indonesia yang merupakan salah satu negara yang memiliki
sumber daya alam(SDA) yang melimpah ruah, namun masyarakatnya ada yang sedang
gerah kehausan tak ada pendapatan, ada pula yang panik khawatir kepunahan, bila pengelola pemerinntah asik sendiri dan mengabaikan rakyatnya.
Indonesia yang dahulunya disanjung sebagai negara yang alamnya subur,
makmur, dan hijau sepanjang mata memandang.
Namun sebentar lagi akan menjadi
wilayah yang gersang, kering kerontang, tandus dan tidak produktif bila tidak ada usaha nyata dari pemerintah
dan juga kita sebagai masyarakat jangan merasa tidak berkepentingan untuk
mencegah dan memperbaiki pengelolaan sumber daya alam tanah air kita ini.
Lebih parahnya lagi, dengan problematika yang dihadapi oleh masyarakat
yaitu minimnya lapanga kerja di dalam negeri yang menyebabkan pengangguran yang
terus meningkat tiap tahunnya.
Di samping itu kebutuhan akan bekerja setiap tahun pasti terus
meningkat. Setiap tahun, 2 juta orang di Indonesia mencari pekerjaan. Berarti,
setelah krisis moneter 1998, ada 22 juta pengangguran. Dari angka tersebut, hanya
5,5 juta yang telah mendapat pekerjaan tetap.
Sementara itu, 3,5 juta mencari pekerjaan di luar negeri, sebagian
besar sebagai pembantu rumah tangga, dan 4 juta tetap menganggur. Sisanya,
menunjukkan sudah mendapat pekerjaan dalam statistik, namun sebenarnya tidak
memiliki pekerjaan tetap. Hal ini kemudian disebut dengan istilah work in
income sharing atau pekerjaan berbagi penghasilan.
Seperti yang kita ketahui bahwa di wilayah Aceh Utara ini terdapat
empat perusahan perseroan diantaranya: PT ARUN LNG, PT PUPUK ISKANDAR
MUDA(PIM), PT ASEAN dan PT KERTAS KRAF ACEH(KKA) yang didalamnya dapat
menampung beribu-ribu karyawan untuk dapat bekerja, namun apa yang terjadi
sekarang ini keempat perusahaan tersebut sudah tidak aktif beroperasional lagi,
bahkan dua diantaranya seperti PT ESEAN dan PT KERTAS KRAF ACEH(KKA) sudah
gulung tikar.
Hal tersebut menyebabkan banyaknya karyawan-karyawan yang bekerja
didalamnya kehilangan pekerjaan karena dipensiunkan. Seperti bapak saya, yang
dulunya bekerja sebagai karyawan PT KKA telah dipensiunkan pada tahun 2009 yang
lalu.
Kini bapak saya tidak dapat bekerja karena kehilangan pekerjaan.
Harapan saya setidaknya pemerintah melakukan kebijakan supaya keempat
perusahaan perseroan yang ada di Aceh Utara ini dapat beroperasional kembali
sehingga terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat ini agar pengangguran dan
kemiskinan dapat teratasi.
Sebenarnya, di Indonesia ini masih banyak sekali lapangan pekerjaan
yang belum dikembangkan dan di tingkatkan. Misalnya saja petani dan nelayan,
akan tetapi, kenyataan berkata lain, tidak semua tanah di indonesia ini cocok
untuk digunakan sebagai lahan pertanian.
Sejauh ini hanya wilayah di pulau jawalah yang banyak ditanami padi dan
tanaman kebutuhan lainnya. tapi itu dulu, pada saat sekarang banyak lahan lahan
yang seharusnya digunakan oleh para petani sebagai lahan pertanian, berubah
fungsi menjadi lahan pemukiman penduduk sebagai akibat dari pertumbuhan
penduduk yang meningkat dari tahun ketahun.
Akibatnya, para petani yang semula memiliki mata pencaharian sebagai
petani, kini berubah profesi menjadi buruh pabrik atau bekerja dengan profesi
lain. Belum lagi, jika mereka bekerja sebagai buruh, mereka harus siap dengan
kenyataan bahwa mereka sewaktu waktu bisa terkena PHK.
Lantas bagaimana cara mengurangi pengannguran di Indonesia, jika setiap
tahun angkan pengangguran di negeri ini semakin meningkat. Pengangguran di
indonesia sendiri terjadi bukan karena sebab. Berikut ini akan di jelaskan
beberapa faktor penyebab dari meningkatnya angka pengangguran di indonesia.
1.Tingkat pendidikan yang masih rendah
Kita tahu bahwa pendidikan di Indonesia ini masih menjadi suatu yang
mahal, dan hanya orang orang tertentu saja yang dapat menikmatinya. Indonesia
sendiri memiliki topografi yang bermacam macam, mulai dari bukit, pegunungan,
sungai serta topografi alam lainnya.
Hal tersebut tentunya menyebabkan proses pendidikan tidak berjalan
dengan baik, akibat kondisi medan yang tidak mungkin dilalui, akibatnya
masyarakat yang berada pada daerah tersebut menjadi terisolasi dan tidak dapat
terhubung dengan dunia luar.
2. Jumlah penduduk yang terus bertambah
Indonesia merupakan negara yang memiliki kepadatan penduduk terbesar ke
tiga di dunia. Jika setiap tahun penduduk indonesia bertambah, maka yang akan
terjadi, indonesia lambat laun akan terjadi penurunan lahan kosong akibat
dialih fungsikan sebagai pemukiman penduduk.
Dengan menurunnya jumlah lahan kosong yang tersedia maka juga
menyebabkan ikut berkurangnya lahan lahan yang digunakan masyarakat sebagai
tempat bekerja, misalnya tanah yang digunakan oleh petani yang beralih fungsi
sebagai pemukiman.
3. Bencana alam dan
konflik antar kelompok masyarakat
Indonesia menrupakan daerah yang terletak antara dua barisan pegunungan
berapi, yaitu barisan pegunungan (sirkum) pasifik dan barisan pegunungan
(sirkum ) mediterania. Akibatnya di indonesia memiliki banyak sekali gunung
berapi yang berpotensi menimbulkan gempa dan bencana alam lainnya.
Bencana alampun tidak selalu diakibatkan oleh alam, manusiapun bisa
menjadi penyebabnya, misalnya saja musibah lumpur lapindo di porong, Sidoarjo
jawa timur. Akibat musibah tersebut, ratusan lahan pertanian dan puluhan
industry terendam oleh lumpur, akibatnya merekapun menjadi kehilangan mata
pencaharian mereka.
Selain itu mereka tidak dapat menjalankan aktivitas mereka sehari hari
secara normal, karena mereka tidak lagi memiliki pekerjaan, selain itu mereka
juga terancam oleh bahaya lumpur yang semakin lama semakin luas merendam daerah
sidoarjo tersebut.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak
sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran
seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya
pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga
dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah- masalah sosial lainnya.
Besarnya tingkat pengangguran di Indonesia merupakan masalah
ketenagakerjaan yang paling mengkhawatirkan. Pengangguran tidak hanya
menimbulkan masalah ekonomi tetapi juga memberikan dampak luas di bidang
sosial, keamanan dan politik yang pada ujungnya akan menimbulkan gangguan,
stabilitas nasional.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi
pengeluaran konsumsinya, yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan
kesejahteraan.
Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis
yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang
terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial
sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang
dari pengangguran adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Pengangguran tersebut berpotensi menimbulkan meningkatnya berbagai
tindak kriminal dan gejolak sosial,
politik dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran juga merupakan pemborosan yang
luar biasa.
Setiap orang harus mengkonsumsi beras, gula, minyak, pakaian, energi
listrik, sepatu, jasa dan sebagainya setiap hari, tapi mereka tidak mempunyai
penghasilan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus
disubsidi setiap harinya.
Pemulihan ekonomi yang besar peranannya dalam penciptaan lapangan kerja
akan sangat berkaitan dengan kebijakan di banyak aspek, seperti fiskal,
investasi, pembiayaan dan perbankan, hukum dan keamanan.
Tingginya angka pengangguran di Indonesia mengakibatkan Indonesia
menjadi tidak menarik di mata para investor sebagai tempat investasi.
Para investor berpendapat bahwa tidak menariknya Indonesia sebagai
tempat investasi karena diakibatkan banyak hal, mulai dari infrastruktur yang
tidak memadai hingga birokrasi perizinan yang masih berbelit-belit.
Jika negara Indonesia tidak dapat segera mengurangi kemiskinan akibat
pengangguran, gagal dalam memberantas korupsi, tetap malas melakukan agenda
reformasi, dan masalah pengangguran juga tidak dapat terselesaikan, maka
kemiskinan bangsa Indonesia mungkin akan menjadi masalah yang abadi dalam negeri ini.
Jika pemerintah tidak bertugas. Sungguh sayang, bagi yang tidak bekerja dan tidak
berpendapatan, siap-siap menuju
kepunahan dan mungkin sakraratul maut !
Minggu 30 Desember 2012
Tulisan ini dikirim oleh Sri Wahyuni Mahasiswi di Aceh Utara
