News Update :

Pengangguran Adalah Tugas Pemerintah, Bila Pemerintah Tidak Bertugas?

Minggu, 30 Desember 2012

Betapa sayangnya pengangguran atau orang tak berpendapatan, bila negara tercinta kita ini, Indonesia yang merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam(SDA) yang melimpah ruah, namun masyarakatnya ada yang sedang gerah kehausan tak ada pendapatan, ada pula yang panik khawatir kepunahan, bila pengelola pemerinntah asik sendiri dan mengabaikan rakyatnya.

Indonesia yang dahulunya disanjung sebagai negara yang alamnya subur, makmur, dan hijau sepanjang mata memandang.

Namun  sebentar lagi akan menjadi wilayah yang gersang, kering kerontang, tandus dan tidak produktif  bila tidak ada usaha nyata dari pemerintah dan juga kita sebagai masyarakat jangan merasa tidak berkepentingan untuk mencegah dan memperbaiki pengelolaan sumber daya alam tanah air kita ini.

Lebih parahnya lagi, dengan problematika yang dihadapi oleh masyarakat yaitu minimnya lapanga kerja di dalam negeri yang menyebabkan pengangguran yang terus meningkat tiap tahunnya.

Di samping itu kebutuhan akan bekerja setiap tahun pasti terus meningkat. Setiap tahun, 2 juta orang di Indonesia mencari pekerjaan. Berarti, setelah krisis moneter 1998, ada 22 juta pengangguran. Dari angka tersebut, hanya 5,5 juta yang telah mendapat pekerjaan tetap.

Sementara itu, 3,5 juta mencari pekerjaan di luar negeri, sebagian besar sebagai pembantu rumah tangga, dan 4 juta tetap menganggur. Sisanya, menunjukkan sudah mendapat pekerjaan dalam statistik, namun sebenarnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Hal ini kemudian disebut dengan istilah work in income sharing atau pekerjaan berbagi penghasilan.

Seperti yang kita ketahui bahwa di wilayah Aceh Utara ini terdapat empat perusahan perseroan diantaranya: PT ARUN LNG, PT PUPUK ISKANDAR MUDA(PIM), PT ASEAN dan PT KERTAS KRAF ACEH(KKA) yang didalamnya dapat menampung beribu-ribu karyawan untuk dapat bekerja, namun apa yang terjadi sekarang ini keempat perusahaan tersebut sudah tidak aktif beroperasional lagi, bahkan dua diantaranya seperti PT ESEAN dan PT KERTAS KRAF ACEH(KKA) sudah gulung tikar.

Hal tersebut menyebabkan banyaknya karyawan-karyawan yang bekerja didalamnya kehilangan pekerjaan karena dipensiunkan. Seperti bapak saya, yang dulunya bekerja sebagai karyawan PT KKA telah dipensiunkan pada tahun 2009 yang lalu.

Kini bapak saya tidak dapat bekerja karena kehilangan pekerjaan. Harapan saya setidaknya pemerintah melakukan kebijakan supaya keempat perusahaan perseroan yang ada di Aceh Utara ini dapat beroperasional kembali sehingga terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat ini agar pengangguran dan kemiskinan dapat teratasi.

Sebenarnya, di Indonesia ini masih banyak sekali lapangan pekerjaan yang belum dikembangkan dan di tingkatkan. Misalnya saja petani dan nelayan, akan tetapi, kenyataan berkata lain, tidak semua tanah di indonesia ini cocok untuk digunakan sebagai lahan pertanian.

Sejauh ini hanya wilayah di pulau jawalah yang banyak ditanami padi dan tanaman kebutuhan lainnya. tapi itu dulu, pada saat sekarang banyak lahan lahan yang seharusnya digunakan oleh para petani sebagai lahan pertanian, berubah fungsi menjadi lahan pemukiman penduduk sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk yang meningkat dari tahun ketahun.

Akibatnya, para petani yang semula memiliki mata pencaharian sebagai petani, kini berubah profesi menjadi buruh pabrik atau bekerja dengan profesi lain. Belum lagi, jika mereka bekerja sebagai buruh, mereka harus siap dengan kenyataan bahwa mereka sewaktu waktu bisa terkena PHK.

Lantas bagaimana cara mengurangi pengannguran di Indonesia, jika setiap tahun angkan pengangguran di negeri ini semakin meningkat. Pengangguran di indonesia sendiri terjadi bukan karena sebab. Berikut ini akan di jelaskan beberapa faktor penyebab dari meningkatnya angka pengangguran di indonesia.

1.Tingkat pendidikan yang masih rendah
Kita tahu bahwa pendidikan di Indonesia ini masih menjadi suatu yang mahal, dan hanya orang orang tertentu saja yang dapat menikmatinya. Indonesia sendiri memiliki topografi yang bermacam macam, mulai dari bukit, pegunungan, sungai serta topografi alam lainnya.

Hal tersebut tentunya menyebabkan proses pendidikan tidak berjalan dengan baik, akibat kondisi medan yang tidak mungkin dilalui, akibatnya masyarakat yang berada pada daerah tersebut menjadi terisolasi dan tidak dapat terhubung dengan dunia luar.

2. Jumlah penduduk yang terus bertambah
Indonesia merupakan negara yang memiliki kepadatan penduduk terbesar ke tiga di dunia. Jika setiap tahun penduduk indonesia bertambah, maka yang akan terjadi, indonesia lambat laun akan terjadi penurunan lahan kosong akibat dialih fungsikan sebagai pemukiman penduduk.

Dengan menurunnya jumlah lahan kosong yang tersedia maka juga menyebabkan ikut berkurangnya lahan lahan yang digunakan masyarakat sebagai tempat bekerja, misalnya tanah yang digunakan oleh petani yang beralih fungsi sebagai pemukiman.

3.            Bencana alam dan konflik antar kelompok masyarakat
Indonesia menrupakan daerah yang terletak antara dua barisan pegunungan berapi, yaitu barisan pegunungan (sirkum) pasifik dan barisan pegunungan (sirkum ) mediterania. Akibatnya di indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi yang berpotensi menimbulkan gempa dan bencana alam lainnya.

Bencana alampun tidak selalu diakibatkan oleh alam, manusiapun bisa menjadi penyebabnya, misalnya saja musibah lumpur lapindo di porong, Sidoarjo jawa timur. Akibat musibah tersebut, ratusan lahan pertanian dan puluhan industry terendam oleh lumpur, akibatnya merekapun menjadi kehilangan mata pencaharian mereka.

Selain itu mereka tidak dapat menjalankan aktivitas mereka sehari hari secara normal, karena mereka tidak lagi memiliki pekerjaan, selain itu mereka juga terancam oleh bahaya lumpur yang semakin lama semakin luas merendam daerah sidoarjo tersebut.

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah- masalah sosial lainnya.

Besarnya tingkat pengangguran di Indonesia merupakan masalah ketenagakerjaan yang paling mengkhawatirkan. Pengangguran tidak hanya menimbulkan masalah ekonomi tetapi juga memberikan dampak luas di bidang sosial, keamanan dan politik yang pada ujungnya akan menimbulkan gangguan, stabilitas nasional.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya, yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.

Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang dari pengangguran adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Pengangguran tersebut berpotensi menimbulkan meningkatnya berbagai tindak  kriminal dan gejolak sosial, politik dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa.

Setiap orang harus mengkonsumsi beras, gula, minyak, pakaian, energi listrik, sepatu, jasa dan sebagainya setiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya.

Pemulihan ekonomi yang besar peranannya dalam penciptaan lapangan kerja akan sangat berkaitan dengan kebijakan di banyak aspek, seperti fiskal, investasi, pembiayaan dan perbankan, hukum dan keamanan. 

Tingginya angka pengangguran di Indonesia mengakibatkan Indonesia menjadi tidak menarik di mata para investor sebagai tempat investasi.

Para investor berpendapat bahwa tidak menariknya Indonesia sebagai tempat investasi karena diakibatkan banyak hal, mulai dari infrastruktur yang tidak memadai hingga birokrasi perizinan yang masih berbelit-belit.

Jika negara Indonesia tidak dapat segera mengurangi kemiskinan akibat pengangguran, gagal dalam memberantas korupsi, tetap malas melakukan agenda reformasi, dan masalah pengangguran juga tidak dapat terselesaikan, maka kemiskinan bangsa Indonesia mungkin akan menjadi masalah  yang abadi dalam negeri ini.

Jika pemerintah tidak bertugas. Sungguh sayang,   bagi yang tidak bekerja dan tidak berpendapatan,  siap-siap menuju kepunahan dan mungkin sakraratul maut  !

Minggu 30 Desember 2012
Tulisan ini dikirim oleh Sri Wahyuni Mahasiswi di Aceh Utara
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016