News Update :

Mahasiswa Sawang Menginisiasi Program Internet Masuk Gampoeng, Dirjen PPI: Masyarakat Sudah Care Terhadap Informasi

Selasa, 18 Desember 2012

Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Salah satu gampong (desa) di Kota Lhokseumawe, gampong Punteut Kecamatan Blang mangat terpilih menjadi salah satu perwakilan dari seluruh wilayah Indonesia sebagai salah satu desa informasi menuju Indonesia connected. Indonesia connected itu sendiri merupakan program terobosan kemenkominfo yang telah dilakukan sejak 2009 lalu dan sebanyak 206 desa telah terpilih menjadi desa informasi dan desa pintar.

Desa informasi dipusatkan dilima wilayah yaitu Papua, Papua barat, NTT, Kalimantan Timur dan terakhir di Aceh (desa Punteuet Kec. Blang Mangat Kota Lhokseumawe).

Berdasarkan keterangan yang diberikan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Syukri Batubara setelah meresmikan desa Punteut menjadi desa informasi di aula Politeknik Negeri Lhokseumawe mengatakan bahwa fasilitas telepon umum akan dipermudah dan dananya dikelola oleh masyarakat itu sendiri tanpa ikut campur pusat.

“nanti dananya mereka sendiri yang kelola bukan pusat,” ujar Syukri Batubara.

Syukri Batubara menyayangkan persoalan listrik masih menjadi kendala di setiap desa, “ada kendala didesa kita ini listriknya itu belum sesuai dengan yang kita harapkan, kadang-kadang hidupnya malam saja siang tidak, kadang-kadang voltage nya turun naik kemudian disamping itu juga masyarakat belum siap.” 

Mengenai adanya sekelompok mahasiswa di pedalaman Aceh Utara, Gampong Blang Reulieng Kecamatan sawang yang sedang melakukan upaya internet masuk gampong dan telah mendapatkan rekomendasi dari pemkab Aceh Utara dan Universitas Malikussaleh namun hingga kini belum mendapatkan bantuan fasilitas internet masuk gampong, Syukri Batubara menganjurkan agar ditanyakan lagi ke pihak Universitas Malikussaleh karena Ia mengaku senang dan bangga dengan adanya perkembangan teknologi yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut dengan mengupayakan agar internet dapat masuk ke gampong mereka.

“Nanti ditanyakan lagi dengan teman-teman di Unimal. Kalau kita kalau ada perkembangan teknologi tentunya kita senang darimana pun asalnya apakah dari mahasiswa atau masyarakat sendiri pemerintah tentu senang.”

Syukri Batubara menambahkan, “Berarti masyarakat sudah care terhadap informasi,  masyarakat sudah award terhadap informasi dan bagaimana menjadikan informasi menjadi komunitas,” ujarnya.

Salah seorang mahasiswa dari gampong Blang Reulieng Kecamatan Sawang Aceh Utara, Subki abu syammah mengatakan pihaknya menginisiasi program internet karena ingin menjadikan gampong sebagai zona bebas informasi terutama bagi kalangan pemuda dan pelajar untuk mengakses berbagai informai dan membenahi adminitrasi gampong kearah yang lebih baik.

Disamping itu komputer dan internet masih menjadi hal asing dikalangan masyarakat gampong tersebut sehingga sekumpulan mahasiswa yang berada di gampoeng tersebut berinisiatif mencoba melakukan program internet masuk gampong dan terkendala dana.

Ia mengharapkan agar menkominfo mau membantu merealisasikan ide mereka karena mereka sangat membutuhkannya untuk mendapatkan lebih banyak informasi sehingga meskipun tinggal dipedalaman mereka tidak ingin kalah cepat dengan mereka yang tinggal di perkotaan dalam hal mendapatkan informasi. | AT | HR |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016