
Acehtraffic.com - Rezim Zionis Israel memberikan persetujuan awal untuk membangun sekitar 1500 unit pemukiman ilegal di Timur al-Quds.
Efrat Orbach, juru bicara Departemen Rezim Zionis untuk urusan internal pada Senin (17/12) mengatakan, departemen urusan internal telah meminta para pemohon mengurangi permintaan mereka untuk membangun 1600 unit baru di Timur al-Quds menjadi 1500 unit dan mengajukannya kembali guna persetujuan akhir.
"Ini mengurangi perencanaan dari 1600 unit menjadi 1500 unit dan sekarang perencanaan itu harus diajukan kembali serta harus memenuhi persyaratan untuk mendapatkan persetujuan akhir," imbuhnya.
Menurut Orbach, proses tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan atau tahunan.
Menyusul pengumuman baru Israel tentang pembangunan pemukiman ilegal, Palestina berencana melaporkan hal itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Juru bicara pemimpin Otorita Ramallah Nabil Abu Rudeina mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah penting yang diperlukan termasuk meminta bantuan kepada DK-PBB untuk mencegah pelaksanaan keputusan Israel untuk membangun pemukiman ilegal tersebut.
Lebih dari setengah juta warga Zionis tinggal di lebih dari 120 pemukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel tahun 1967 atas wilayah Palestina di Tepi Barat dan Timur al-Quds. Pemukiman tersebut dianggap ilegal oleh PBB dan banyak masyarakat internasional.| AT | M | Irib |
Efrat Orbach, juru bicara Departemen Rezim Zionis untuk urusan internal pada Senin (17/12) mengatakan, departemen urusan internal telah meminta para pemohon mengurangi permintaan mereka untuk membangun 1600 unit baru di Timur al-Quds menjadi 1500 unit dan mengajukannya kembali guna persetujuan akhir.
"Ini mengurangi perencanaan dari 1600 unit menjadi 1500 unit dan sekarang perencanaan itu harus diajukan kembali serta harus memenuhi persyaratan untuk mendapatkan persetujuan akhir," imbuhnya.
Menurut Orbach, proses tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan atau tahunan.
Menyusul pengumuman baru Israel tentang pembangunan pemukiman ilegal, Palestina berencana melaporkan hal itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Juru bicara pemimpin Otorita Ramallah Nabil Abu Rudeina mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah penting yang diperlukan termasuk meminta bantuan kepada DK-PBB untuk mencegah pelaksanaan keputusan Israel untuk membangun pemukiman ilegal tersebut.
Lebih dari setengah juta warga Zionis tinggal di lebih dari 120 pemukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel tahun 1967 atas wilayah Palestina di Tepi Barat dan Timur al-Quds. Pemukiman tersebut dianggap ilegal oleh PBB dan banyak masyarakat internasional.| AT | M | Irib |
