
Teheran | acehtraffic.com - Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan negara itu sedang merencanakan desain dan produksi secara massal berbagai kendaraan udara tanpa awak (UAV).
"Kami akan menggunakan setiap kesempatan untuk merancang semua jenis pesawat," kata menteri pertahanan Iran pada hari Selasa.
Vahidi mengatakan Departemen Pertahanan Iran berkewajiban untuk menghasilkan "drone dalam berbagai bentuk dan dengan setiap teknologi," menambahkan, "Kementerian pasti akan memproduksi massal berbagai UAV."
Pada hari Senin, Komandan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Rear-Ali Fadavi mengatakan Iran telah meluncurkan lini produksi untuk drone ScanEagle.
Fadavi mengumumkan pada tanggal 4 Desember bahwa drone AS ScanEagle ditangkap oleh pasukan Iran saat intrusi pesawat tersebut ke wilayah udara Iran di Teluk Persia.
Pada bulan September, Iran meluncurkan kendaraan udara tak berawak (UAV), Shahed 129, dengan kemampuan penerbangan 24-jam nonstop.
Drone jarak jauh buatan Iran, Karrar, diresmikan pada bulan Agustus 2010. Pesawat tersebut mampu membawa muatan roket militer untuk melaksanakan misi pemboman terhadap sasaran-sasaran darat, terbang jarak jauh dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan mengumpulkan informasi. | AT | Z | PressTV
