
Beijing | acehtraffic.com - China telah menahan 93 orang karena menyebarkan rumor kedatangan kiamat pada bulan Desember, menurut pihak berwenang di tujuh provinsi tingkat daerah.
Mereka termasuk 37 anggota sekte Kristen "Tuhan Yang Maha Kuasa" di Provinsi Qinghai barat laut China.
Mereka ditahan karena menyebarkan leaflet tentang hari kiamat. "Anggota sekte ini percaya skenario hari kiamat suku Maya yang memprediksi matahari tidak akan bersinar dan listrik akan mati selama tiga hari pada 21 Desember nanti," ujar seorang pejabat biro keamanan kota Xining, ibukota provinsi Qinghai.
Sejumlah besar spanduk, cakram, slogan, buku dan mesin cetak disita oleh polisi.
Empat anggota "Tuhan Yang Maha Kuasa" juga ditahan di Wilayah Otonomi Pedalaman Mongolia karena menipu orang-orang tua di daerah pegunungan terpencil Arxan. Mereka menyatakan bahwa hanya dengan percaya kepada "Tuhan Yang Maha kuasa" mereka bisa bertahan hidup jika hari kiamat.
Tiga puluh empat orang di Kota Jinjiang Provinsi Fujian, empat orang di Kota Chongqing, dua orang di Provinsi Sichuan, tujuh orang di Provinsi Shaanxi dan lima orang di Provinsi Hubei juga ditahan baru-baru ini karena membagi-bagikan selebaran tentang kiamat dan menyebarkan rumor, kata departemen keamanan publik setempat.
Sebelumnya, China telah memberangus dan melarang sekte "Tuhan Yang Maha Kuasa" karena salah satu ajarannya adalah membunuh "Naga Merah" yang merupakan lambang Partai Komunis China.
Sekte "Tuhan Yang Maha kuasa" didirikan pada tahun 1990 di Provinsi Henan China bagian tengah. Sekte tersebut membutuhkan anggotanya untuk menyerahkan hartanya kepada kelompok itu. | AT | Z | Xinhua
