Membaca opini Hafnidar Hasbi di Serambi Indonesia 30 November 2012 tentang Freemason, JIL dan Yahudi membuat saya merasa ada sesuatu yang tidak singkron dengan semangat intelektualitas saat ini dengan pembahasannya mengenai hal yang melatar belakangi menjadi penganut freemason seperti
“… adanya pergulatan pikiran hebat yang terjadi dalam diri seseorang yang cenderung terlalu berpikir kritis terhadap fenomena di sekelilingnya” … Mereka siap melindungi dan terus merekonstruksi pemikirannya (cuci otak) melalui diskusi-diskusi, forum ilmiah, media cetak maupun elektronik… (serambi Indonesia/opini/30/11/2012).
“… adanya pergulatan pikiran hebat yang terjadi dalam diri seseorang yang cenderung terlalu berpikir kritis terhadap fenomena di sekelilingnya” … Mereka siap melindungi dan terus merekonstruksi pemikirannya (cuci otak) melalui diskusi-diskusi, forum ilmiah, media cetak maupun elektronik… (serambi Indonesia/opini/30/11/2012).
Statement diatas bisa membunuh kreatifitas dan kecerdasan
anak bangsa, dimana seolah-seolah kita semua dianjurkan untuk janganlah
berpikir kritis terhadap fenomena yang terjadi disekeliling kita, diskusi
dikelompok kecil atau diskusi publik harus digagas dan ditingkatkan untuk
memunculkan gagasan, ide dan solusi mengenai suatu masalah yang sedang dihadapi
masyarakat.
Dalam pembahasan opini tersebut menekankan “diskusi dan
berpikir kritis” merupakan ciri-ciri dari pengaruh suatu aliran sesat, ini yang
saya gundahkan apabila opini seperti dibaca oleh masyarakat luas, dan tidak
bisa menganalisa lebih jauh, nanti takut ditanggapi bahwa apabila ada ajakan
berdiskusi dengan berpikir logis tentang fonemena yang terjadi disekeliling
kita, takut akan dianggap sebagai cara mencuci otak dan bagian dari jaringan
Islam Liberal atau suatu kelompok Aliran Sesat.
Fenomena sekarang ini di Perguruan tinggi swasta (PTS) yang
tersebar di Aceh sebagai besar aroma intektual dikampus terasa mati suri,
karena sedikit sekali, bahkan dibeberapa PTS tidak ada sama sekali
kelompok-kelompok diskusi, kalaupun ada hanya namanya saja, kegiatan diskusi
ilmiahnya sama sekali tidak ada.
Ini entah karena mahasiswanya ketiduran dan terlalu lalai
dengan Facebook atau dosen-dosennya yang hanya memikirkan lolos administrasi
sertifikasi diri walau dengan cara menipu diri sendiri dan kopertis, masuk
kelas di PTS dimana dia mendapatkan SK dan masuk kelas di PTS lain untuk
mengejar SKS tambahan.
Sudah jarang Sekali ada Dosen yang peduli dan memotivasi,
membimbing mahasiswa untuk lebih kreatif, inovatif dalam melihat fenomena di
sekeliling, sangking dinginnya teman saya menyebutnya kampus es batu, hampir
tidak ada pergerakan kampus, jangankan melihat fenomena luar kampus,
mengkritisi kebijakan kampus sendiri saja tidak berani.
Jangan-jangan dosennya takut untuk berdiskusi dan berpikir
kritis, takut dianggap sebagai jalan untuk bisa pencucian otak, atau takut
kalau mahasiswa kritis bisa menggulingkan kekuasaan? Inilah yang saya takutkan
gara-gara opini ini semakin mematikan gerakan intelektual kampus, karena
ditakutkan dengan menggelar diskusi ilmiah dianggap jalan menuju pencucian
otak.
Satu lagi statement yang saya takut dari Hafnidar Hasbi,
tentang pertemanan, dia menyarankan untuk memilih-milih teman, Solusi pemilihan
teman ini merupakan bentuk diskriminasi terhadap orang lain dan baunya SARA
sekali, apakah Humanisme seperti ini yang diharapkan?
Apakah kita akan terus berkawan dengan jaringan dibawah
tempurung? Membatasi diri dalam memilih-milih kawan adalah suatu kelemahan
individu yang tidak mampu memilih-milih mana yang baik dan buruk.
Solusinya agar terhindar dari ajaran sesat manapun semua
kita harus memahami,
Pertama sekali Agama, peningkatan keimanan serta mengukuhkan
bahwa pijakan berpikir kita hanya pada Agama Islam Qur’an dan Hadist
Kedua kita harus menguasai The logical Base Theory , teori
dasar pijakan berpikir ini sangat penting untuk pahami supaya kita bisa memilah
dan memilih pandangan seseorang dalam berdiskusi atas dasar apa dia mengatakan
tentang sesuatu, supaya bisa kita lihat berdasarkan apa argumentnya dan kita
bisa menilai atas dasar pijakan apa pola pikirnya.
Ada banyak landasan berpikir berdasarkan The Logical Base
theory pada semua manusia diatas muka bumi ini, tetapi disini saya ingin
menampilkan 8 besarannya saja yang berhubungan dan memudahkan pembaca untuk
memahami teori dasar pijakan berpikir ini.
Pertama sekali Dasar pijakan berpikir Religionbagi orang
yang dasar pijakan berpikirnya atas dasar Agama, maka orang tersebut tetap akan
menjalankan apapun yang disuruh oleh agamanya, tanpa dia memikirkan apapun,
semua suruhan agama akan dijalan dengan keimanannya, misal agama mewajibkan
shalat, ya semua orang akan shalat tanpa membantah sedikitpun, semuanya karena
keimanan tadi.
Kedua atas dasar Hobbies, dasar pijakan atas hobi inipun
sangat kental pada sesorang, orang yang pijakan berpikir pada hobi tidak akan
peduli dengan apapun, walapun Agama dan Hukum negara menentang, misalnya ada
orang yang hobi adu ayam, karena dasar pijakan berpikirnya hobi, dia tidak akan
memperdulikan larangan tersebut dia tetap akan menjalankan hobinya walau dengan
cara sembunyi-sembunyi.
Ketiga Conditional Love, dasar pijakan cinta bersyarat,
semua yang namanya cinta itu bersyarat menurut pijakan berpikir ini, tidak ada
cinta yang menerima apa adanya. misal saya menerima cintanya asal dia orang
baik-baik, saya mau kawin sama dia walau hitam dan pincang orangnya gak masalah
yang penting dia kaya, gak masalah dia miskin mau saya dia jadi calon suami
yang penting dia ustat.
Keempat rule of the game dasar pijakan berpikir pada aturan
juga merupakan sesuatu yang tidak bisa
terbantahkan apabila sesuatu dikaitkan dengan peraturan yang sudah disekapati
bersama, misal; aturannya harus ada 2 kaca spion untuk kereta dua dan sekalian
tutup pontel nya, apabila memang hal ini ada diaturan, kita waktu di tilang
sama polisi, kita tidak bisa berargumen apa-apa, karena memang keputusanya
beradasarkan aturan, walau logika kita bahwa tutup pontel ban kereta tidak
terlalu penting.
Kelima, Power, dasar pijakan berpikir pada kekuasaan. Bagi
seseorang atau sekelompok orang yang pijakan berpikirnya pada kekuasaaan dia
akan melakukan apapun, walau hal kekeji dan hina misal; membunuh orang
berpegaruh, supaya kekuasaannya tidak terganggu tetap dia akan lakukan, walau
agama melarang membunuh sesama.
Keenam, The Science dasar pijakan pada ilmu pengetahuan,
orang yang berpatokan dengan ilmu pengetahuan akan melakukan sesuatu
berdasarkan hal-hal ilmiah dalam kehidupannya, misal tidak mempercayai hal-hal
tahyulan, berobat kedukun dan mitos-mitos lainnya.
Ketujuh, Economic; orang yang pijakan berpikirnya pada
ekomoni akan melakukan hal apapun untuk mendapat uang yang banyakmulai dari
yang positif sampai hal-hal yangdilarang, yang posotif misalnya bekerja keras,
lembur sampai tengah malam yang penting bisa memnghasilakn uang halal, contoh
yang negatif, korupsi, menipu dan juga bahkan menjual aqidah agamanya.
Kedelapan, Show Of, orang-orang yang dasar berpikir pamer
(show of) tidak akan segan segan memamerkan apapun yang tidak patut dipamerkan,
misal; banyak orang yang pamer kemiskinannya seperti pengemis di persimpangan
jalan, dia selalu memikir bagaimana penampilan saya supaya kelihatan lebih
miskin dan menderita.
Nah inilah beberapa point penting yang ada di the logical
base theory yang hampir terjadi semua lini pergolakan pemikiran seorang, baik
dalam mengeluarkan pendapat, gagasan dan tingkah laku seorang, semuanya bisa
kita lihat berdasarkan apa tindakan dia, dan penting juga untuk diingat seperti
kata Descartes; cogito ergo sum “Aku berpikir karena itu aku ada” makanya
jangan sampai mengklaim orang yang berpikir kritis dan suka berdiskusi dianggap
sebagai orang yang berada dijalan yang sesat. ||
Penulis adalah Fadhli Djailani
Pemerhati Sosial dan Dosen pengajar Filsafat Pendidikan di
Universitas AlMuslim Matang Geulumpang Dua
