Jakarta | Acehtraffic.com - Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komisaris Jenderal Nanan Sukarna meminta semua kalangan dapat bersinergi untuk menjaga keamanan lingkungan, bukan hanya aparat kepolisian. Menurutnya, agar bentrok tidak terulang, akar permasalahan yang mengakibatkan bentrok harus diketahui lebih dulu.
"Kita berharap sinergi pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, agama, tokoh pemuda bergabung menjadi satu mencari solusi. Akar masalahnya apa sih? Itu yang dicari. Terakhir polisi menindak. Mencegah juga polisi, dan lainnya kita harapkan sama-sama sinergi," papar Nanan seusai upacara perayaan HUT Korps Brimob di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu 14 November 2012.
Hal itu dikatakan Nanan saat menanggapi bentrok antarwarga yang belakangan terjadi di beberapa daerah seperti di Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Kemudian, belakangan juga terjadi pengusiran terhadap penghuni pondok pesantren Akhfiya di Nganjuk, Jawa Timur yang dilakukan oleh warga. Warga mencurigai aktivitas penghuni pesantren kerap latihan beladiri secara tertutup di belakang rumah.
Penghuni pesantren yang umumnya masih muda tersebut juga diketahui warga berasal dari luar daerah Nganjuk. Menurut Nanan laporan warga membantu aparat kepolisian karena polisi tidak dapat memonitor langsung kegiatan di pesantren.
"Apakah harus polisi yang jagain pesantren? Nanti dimarahin, siapa yang mengawasi pesantren? Ddulu saya pernah awasi pesantren, marah semua. Maksud saya, pengawasan itu bukan tidak boleh, semua bergerak, tapi saling melihat, saling mengingatkan, siapa? Yang pasti ulama, juga dari kementerian agama, polisi ada di lapangan," terangnya. | AT | H | KP |
