
Acehtraffic.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan gelar sebagai Knight Grand Cross in the Order of Bath dari Ratu Inggris Elizabeth II. Penyematan gelar ini dilakukan di sela-sela lawatan SBY ke Inggris selama lima hari.
SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono saat menerima penghargaan itu. Usai sesi penyematan penghargaan, Presiden SBY, Ibu Ani, Ratu Inggris Elizabeth dan Pangeran Philip kemudian berfoto bersama di ruang musik, Istana Buckingham di London.
Ada yang sedikit berbeda dari penampilan SBY kala itu. SBY tampak menggunakan setelan jas santung hitam dan celana hitam. Di bagian pinggangnya, diselipkan songket berwarna merah benang silver. Sedangkan Ibu Ani memakai kebaya hitam dipadu bawahan songket hitam dengan benang emas.
Padanan busana seperti itu mirip dengan baju adat suku Melayu. Pria yang berdarah Melayu terlebih berasal dari keluarga kesultanan atau kerajaan sering menggunakan baju itu saat menghadiri acara-acara resmi.
Contohnya saja Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir bin Haji Mohamad. Dalam berbagai kesempatan Mahathir sering menggunakan setelan busana itu saat menghadiri undangan resmi atau acara kenegaraan yang sifatnya santai.
Pilihan pakaian seperti itu sebenarnya jarang digunakan SBY pada lawatan-lawatannya ke luar negeri. Termasuk saat dia menghadiri undangan kenegaraan dari pemerintahan Malaysia.
SBY biasanya hanya memakai jas dan celana hitam berikut peci hitam. Tapi kali ini, SBY tampil beda.
Entah apa yang mendasari SBY memilih setelan busana itu. Kenapa SBY tidak mengenakan batik yang notabene sudah diakui UNESCO sebagai kain khas asal Indonesia.
Namun demikian, ada rasa kebanggaan dari Sekretaris Umum Pengurus Besar (PB) Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Prof Dr Wan Syaifuddin atas busana yang dikenakan SBY. Dia secara pribadi mengaku senang dan berterima kasih kepada Presiden SBY yang mau mengenakan teluk belanga dalam di pentas internasional.
"Saya tentu senang, karena Presiden SBY telah menampilkan budaya Melayu Indonesia di dunia internasional," ujarnya.| AT | M | MR |
SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono saat menerima penghargaan itu. Usai sesi penyematan penghargaan, Presiden SBY, Ibu Ani, Ratu Inggris Elizabeth dan Pangeran Philip kemudian berfoto bersama di ruang musik, Istana Buckingham di London.
Ada yang sedikit berbeda dari penampilan SBY kala itu. SBY tampak menggunakan setelan jas santung hitam dan celana hitam. Di bagian pinggangnya, diselipkan songket berwarna merah benang silver. Sedangkan Ibu Ani memakai kebaya hitam dipadu bawahan songket hitam dengan benang emas.
Padanan busana seperti itu mirip dengan baju adat suku Melayu. Pria yang berdarah Melayu terlebih berasal dari keluarga kesultanan atau kerajaan sering menggunakan baju itu saat menghadiri acara-acara resmi.
Contohnya saja Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir bin Haji Mohamad. Dalam berbagai kesempatan Mahathir sering menggunakan setelan busana itu saat menghadiri undangan resmi atau acara kenegaraan yang sifatnya santai.
Pilihan pakaian seperti itu sebenarnya jarang digunakan SBY pada lawatan-lawatannya ke luar negeri. Termasuk saat dia menghadiri undangan kenegaraan dari pemerintahan Malaysia.
SBY biasanya hanya memakai jas dan celana hitam berikut peci hitam. Tapi kali ini, SBY tampil beda.
Entah apa yang mendasari SBY memilih setelan busana itu. Kenapa SBY tidak mengenakan batik yang notabene sudah diakui UNESCO sebagai kain khas asal Indonesia.
Namun demikian, ada rasa kebanggaan dari Sekretaris Umum Pengurus Besar (PB) Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Prof Dr Wan Syaifuddin atas busana yang dikenakan SBY. Dia secara pribadi mengaku senang dan berterima kasih kepada Presiden SBY yang mau mengenakan teluk belanga dalam di pentas internasional.
"Saya tentu senang, karena Presiden SBY telah menampilkan budaya Melayu Indonesia di dunia internasional," ujarnya.| AT | M | MR |
